Pengalaman Menjadi Liaison Officer Pada SEA Games 2011

Singapore Swimming Team on 26th SEA Games Palembang-Jakarta

Southeast Asian Games atau yang lebih disingkat SEA Games merupakan pekan olahraga 2 tahunan terbesar se-Asia Tenggara. Untuk ke-4 kali nya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah SEA Games. Namun ada yang berbeda, tempat pelaksanaannya tidak lagi berpusat di kota Jakarta melainkan di kota Palembang. Palembang sebagai ibu kota Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah utama dalam perhelatan bergengsi ini dibantu dengan Jakarta. 545 events dari 44 cabang olahraga dipertandingkan disini. Palembang sebagai main host mempertandingkan 296 events dari 21 cabang olahraga, lebih banyak dibanding Jakarta yang hanya mempertandingkan 266 events dari 23 cabang olahraga. Saya sebagai orang Sum-Sel tentunya super duper bangga karena Palembang dipercaya menjadi tuan rumah utama. Ini menjadi awal yang bagus bagi Palembang untuk menggema di dunia.

With some of LO Swimming, 'Time to Hangout'

Saya sebagai penduduk lokal tentunya tidak tinggal diam untuk ikut serta dalam mensukseskan SEA Games ke-26 yang dilaksanakan mulai dari 11-22 November. Pilihan saya yakni menjadi liaison officer (LO) atau bahasa bekennya guide. Untuk menjadi LO bukan hal yang mudah karena saya harus melewati serangkaian tes. Lalu harus mengikuti pembekalan dari akhir Maret sampai akhir September yang cukup menguras tenaga dan kocek karena mesti pulang pergi dari Indralaya – Palembang – Indralaya. Jujur bagi saya pembekalan selama 6 bulanan itu tidak ada hasil sama sekali karena mereka lebih memusatkan ke bahasa inggris dan pariwisata. Padahal para LO dipersiapkan untuk meng-guide atlet dan official bukannya menjadi guide pariwisata hhaha. Memang pariwisata itu penting namun tidak semuanya dibahas dari A-Z, yang dibutuhkan adalah pengetahuan tentang ramah tamah, cara bersosialisasi, karakter dari warga negara yang bakal dipegang dan apa yang harus dilakukan bila ada masalah A, B – Z. Tidak hanya sampai disana saja, saya mesti dipusingkan dengan penempatan yang menurut saya tidak terorganisir dengan baik. Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa memperjuangkan diri untuk menjadi LO atlet dan official untuk cabor renang. Saya merasa beruntung dibandingkan dengan puluhan LO yang tidak jelas nasibnya karena INASOC dengan seenaknya meng-cut jumlah LO yang dibutuhkan. Ada yang dilempar dari satu cabor ke cabor lain, ada yang dirubah statusnya bukan menjadi LO melainkan VO (VOlunteer) dan ada yang tidak tahu kerjanya dimana. Saya saja nyaris dilempar menjadi VO, tapi untunglah tidak jadi hhehe

LO Swimming Singapore

Setelah dipastikan saya menjadi LO atlet dan official untuk cabor renang selanjutnya tinggal menunggu di tempatkan di negara manakah saya. Jumlah LO untuk cabor renang ada 26 orang dan negara yang berpartisipasi hanya 9 negara tanpa Brunei Darussalam dan Timor Leste. LO cabor renang ini benar-benar kompak banget dibandingkan dengan LO cabor lainnya walaupun sesekali ada saja cekcok satu sama lain namun itu lah bumbu yang dapat memperkuat  cinta kami hhehe Kami selalu mem-back up satu sama lain sehingga bisa bekerja dengan baik dan tidak membosankan. Pada awalnya saya berharap mendapatkan negara Thailand atau Singapura malahan saya sampai sampai berdo’a hhaha lebay ya. Then … the result was Singapore horeeeeee!!! Mengapa saya berharap megang Singapura? Karena tidak akan ada masalah dalam berkomunikasi karena mayoritas bisa berbahasa inggris, tampang dan style mereka cool dan pastinya nggak bikin bosen serta Singapura adalah saingan terkuat dalam cabor renang. Disini saya berpartner dengan kak Lalita dan kak Yuni. Mereka benar-benar membantu saya, apalagi mereka berdua pernah mengikuti program pertukaran pelajar. Kak Lita  (jilbab coklat) sendiri tidak asing lagi dengan Singapura karena dia adalah salah satu student exchange yang belajar di Nanyang Technological University (NTU) pada Department of Computer Science. Kak Yuni  (jilbab orange) tak mau kalah, dia pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Amazon University, woowww!!! Hanya saya saja yang masih bocah ingusan hhehe

In bus, Airport to Athletes Village

Akhirnya tiba lah saat yang ditunggu, atlet dan official renang Singapura landing pada 8 Nov 2011, 8.50AM di bandara internasional, SMB II. Saya, kak Lita dan kak Yuni tentunya datang lebih pagi agar tidak ketinggalan buat menjemput mereka dari bandara ke wisma atlet. Mereka pun mulai keluar satu per satu setelah proses check in, kami pun berseru semangat SWIMMING! SWIMMING! Dengan memegang kertas yang bertuliskan ATLET & OFFICIAL, SWIMMING, SINGAPORE. Lalu mengantarkan satu persatu ke tenda putih untuk beristirahat sejenak sambil menunggu teman se-team mereka yang masih mengurus proses check in. Sambil mengantar, saya pun mulai berbincang kecil-kecilan dengan mereka dan woww, saya pun merasa mereka bakal mengasyikkan nantinya karena mereka ramah dan ngerespon baik. 37 atlet dan official pun sudah memasuki tenda putih dan finally saatnya mereka diantar ke wisma atlet. Namun ada kata-kata dari salah satu official yang tidak mengenakkan, dia bilang “Apakah mereka serius meletakkan barang-barang kita ke bus sampah?” ckckck

Swimming Pool, Aquatic Stadium, JSC

Di dalam bus saya pun mulai speechless karena nggak tahu mau ngapain, mau ngobrol sama mereka tapi mereka pada tiduran, asyik main games dan pake’ headset jadilah tidak ada perbincangan di bus. Sesampainya di wisma atlet, mereka harus menunggu agak lama di bus karena belum boleh masuk, masih ngantri proses check in wisma atlet dari kontingen negara lain, mana panas menyengat lagi hhaha Dan ada satu hal yang saya dan kak Lita perbuat yakni ngajak mereka ke Aquatic Stadium dulu selagi nunggu dan akibatnya kak Yuni yang berada di bus yang berbeda dengan kami dimana dia mengawal beberapa official renang Singapura termasuk manager dan coach nya menggerutu karena kami tidak menunggu di depan wisma atlet, hal hasil kami bergegas kembali ke wisma atlet.

Siap-siap latihan, ...

Akhirnya mereka mulai memasuki wisma atlet dan mengurus proses check in, setelah semuanya beres managernya memfix-kan jadwal mereka latihan  sebelum kompetisi yakni jam 8-10AM dan 4-6PM, dimulai langsung pada sore itu juga. Sebagai informasi kompetisi renang dilaksanakan dari 12-17 Nov 2011 di Aquatic Stadium (JSC), babak penyisihan 9AM dan final 6PM. Hmm sepertinya saya tidak bisa menceritakan detail aktifitas saya selama menjadi LO hhaha karena bakal lama dan panjang ceritanya hhehe. Intinya kami mengemban tugas untuk mendampingi dan membantu mereka selama berada di kota Palembang termasuk diantaranya sebagi penerjemah/ penghubung, mengurus masalah akomodasi, dan sebagainya.

Meononton babak penyisihan

Setelah 4 hari bersama mereka, kami menemui titik jenuh dan bosan dengan pekerjaan karena mereka (seluruh atlet dan beberapa official) tidak friendly, kebangetan cueknya! Padahal kami telah berusaha buat ramah banget dan selalu menawarkan bantuan. Rasanya jarang sekali berbincang dan ketawa bareng sama mereka malahan hampir tidak pernah :(. Setiap memulai pembicaraan, saya tidak menemukan antusias di wajah dan gerak-gerik mereka. Hal hasil obrolan putus ditengah jalan. Mereka tidak pernah memulai topik pembicaraan melainkan kami  yang harus mencari topik buat diobrolin tapi topik tersebut tidak bertahan cukup lama. Apalagi kalau masalah transportasi, kami selalu berusaha mempersiapkan best serving. Mana mereka nggak kompak kalau pergi ke venue dan pulang ke wisma sehingga sulit banget kalau ngurusi transportasinya. Mereka suka pulang satu-satu, nggak barengan. Hal hasil kami lelah ngurusi transportasi. Pada saat sudah nyariin transportasi buat satu atlet yang pulang cepat, tiba-tiba ada atlet lagi yang juga mau pulang sehingga nyariin lagi suttle bus atau angkot atau becak buat mereka. Namun mereka terkesan tidak menganggap keberadaan kami,  asal tahu saja ya tiap mereka mau pergi latihan ke venue dan pulang ke wisma, mereka langsung ngonyor saja nyari transportasi sendiri padahal kami sudah standy by didepan mereka. Apa susahnya sih nanya “We want to go home now, is there transportation for us?”. Otomatis kami yang harus ngejar mereka dan bertanya apakah mereka mau

Final Competition!!!

pulang ke wisma atau mau pergi ke venue? Padahal mereka sudah tahu bahwa kami ini guide buat mereka selama disini. Tidak hanya itu saja, di wisma, kami juga standy by, kalau-kalau mereka memerlukan bantuan. Namun setiap kali mereka melintasi lobby, saya tidak pernah melihat mereka tersenyum dengan kami, hanya beberapa official saja dan tidak ada satupun atlet. Apakah mereka benar-benar tidak menganggap kami sebagai LO nya? Kami kerja dari pagi sekitar jam 7 atau 8 pagi hingga jam 8 atau 9 malam untuk mendampingi atau membantu mereka tapi tetap saja tingkat kecuekannya tinggi. Alhamdulillah masih ada sedikitnya sekitar 8 orang dari 37 orang yang menghargai keberadaan kami sebagai LO. Kami tidak butuh apa-apa dari mereka kecuali rasa menghargai yang bisa ditunjukkan dengan senyuman hangat karena hal itu lah yang bisa membuat kami tetap semangat kerja. Diantaranya, Mr. XXX (sampai sekarang nggak tahu namanya hhaha tapi dia lumayan ramah, hanya dia orang yang segan bertanya tentang saya dan menanyakan apakah saya mulai lelah), Mr. Ridwan (sepertinya Mr. ini seorang muslim dan ramah banget, mungkin karena dia campuran melayu), Mr. Roger, Mr. Barry, Ms. Joanna, Mr. Thai (selalu tersenyum), Mr. Aloysius (nggak terlalu ramah tapi cukuplah), dan Jerome Teo (satu-satunya atlet yang lumayan ramah).

Hari demi hari terus kami lewati sampai pada hari ke-7 kami mulai muak dengan mereka, hal itu yang membuat kami membiarkan mereka berbuat sesuka hati. Kami tidak mau tahu lagi dengan transportasi mereka hhaha. Kami hanya menonton mereka yang berusaha sendiri mencari transportasi, jika mereka butuh :) Namun itu hanya buat atlet dan beberapa official saja dan untuk orang yang telah saya sebut ramah diatas pastinya tetap dong dibantu.

With Indonesia Team Swimming!

Pada hari ke-9, 16 Nov 2011 kami mulai kembali membantu transportasi beberapa atlet dan official Singapore lagi karena mulai kasihan dengan mereka. Hmm gengsi para atlet dan official renang Singapura benar-benar tinggi, apa salahnya sih minta tolong ckck. Lalu 17 Nov 2011, yang merupakan hari terakhir kompetisi renang, saya mulai berandai-andai untuk keesokan harinya coz why? Pastinya 18 Nov 2011 mereka bakal jalan-jalan keliling Palembang tentunya mereka butuh guide TAPI itu tidak terjadi :( Saya yang sejak jam 8.30 pagi sudah stand by di lobby wisma atlet untuk menunggu mereka yang mungkin meminta saya untuk menemani mereka jalan-jalan berakhir sia-sia. Saat itu mereka jalan-jalan nggak  berombongan/ semua atlet dan official sama-sama pergi namun berkelompok. Dan tidak ada satupun yang meminta bantuan buat menjadi guide travelling mereka, mereka ngonyor saja meninggalkan wisma atlet dengan tidak menganggap keberadaan saya. Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka jalan-jalan ke luar sendiri, sebelumnya sering saya melihat official dan beberapa atlet pergi ke luar terutama ke Palembang Indah Mall (PIM) dengan tidak didampingi guide. Hadeeh :( mandiri sih mandiri, ini namanya kelewatan mandiri, sampai-sampai saya dan kak Lita berdo’a moga mereka di jambret atau tersesat. hhaha *ketawa setan. Mereka sangat berbeda dengan atlet dan official negara lain yang menghargai keberadaan LO nya.

Boarding pass process

Sabtu, 19 Nov 2011 merupakan last day karena pada 17. 50 mereka akan segera take off. Saya telah mengurus sertifikat champion dan proses check out wisma atlet mereka di hari sebelumnya. Pada hari terakhir ini, kami akan memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama sebagai kenangan TAPI kenyataan berkata lain, kami malas untuk bilang “may we take fhoto with you?” karena lesuh saja jika berfhoto dengan orang yang tidak menganggap keberadaan kami. Jadi tidak ada memorable story di hari terkahir, no picture and no good chatting!!! Saya hanya berfoto dengan Mr. Thai dan Jerome Teo, pada saat hari terakhir tepatnya dibandara. Hanya mereka lah yang saya anggap cukup menghargai keberadaan saya. Sebenarnya mau fhoto dengan Mr. XXX namun dia tidak adapada hari itu, mungkin sudah pulang duluan ya hhehe Ms. Joanna juga, ternyata dia sudah pulang pagi harinya dan masih ada beberapa lagi yang sudah saya niati berfhoto sebelumnya dengan mereka namun timing nggak tepat.  O iya dari semua atlet hanya Jerome saja yang bersalaman dan high-five dengan saya dan berterima kasih atas semua bantuannya then say goodbye, thanks alot Jerome Teo. O iya, managernya, Mr. Aloy tidak lupa memberikan kenang-kenangan untuk kami, sebuah swim cap dan Masing-masing 4 containers of Gatorade Perform 02 Lemon-lime Powder (setelah digoogling, minuman ini sudah terkenal dikalangan atlet dunia, harga per botolnya menurut info dari Lim Yao Peng $10 Singapura atau sekitar Rp70ribuan) walaupun sebenarnya kami menginginkan kaos atau jaket hhehe

With Jerome Teo

Itulah manis dan pahitnya menjadi LO buat Singapore Swimming Team. Akhirnya saya menyadari setelah bertanya dengan orang-orang, begitupun juga kak Lita dan kak Yuni yang sudah memahami sifat mereka bahwa Singapura hubungan antar manusianya terlihat datar dan kurang ada dinamikanya. Mereka memang tidak terlalu banyak konflik tapi kalau menurut saya, itu karena mereka terlalu R-O-B-O-T dalam arti mereka terlalu cuek dan tidak mau tahu urusan orang lain. Di satu sisi ada baiknya, yaitu jarang ada konflik yang terjadi, tapi di sisi lain, suasana kebersamaan dan kekeluargaannya juga kurang terasa. Saya memaklumi jika memang karakter yang dibangun di Singapura seperti itu. Ternyata saya semakin sadar bahwa saya harus bersyukur tinggal di Indonesia karena banyak konflik dan dinamika yang terjadi di negara kita, entah itu politik, etnis, budaya, agama, dan lain sebagainya. Tetapi saya merasa lebih menjadi “manusia” daripada orang-orang Singapura, bukan R-O-B-O-T. Saya merasa lebih hidup dengan menjadi orang Indonesia.

Hal itulah yang membuat saya tidak mau lagi menjadi LO untuk Singapura terutama cabor renang. Saya sangat menyesali penempatan saya di Singapura. Bukannya saya tidak mampu mengatasi situasi dan kondisi seperti ini karena saya sendiri butuh sifat teduh, seulas senyuman pun sudah mewakili dan itu bisa membuat saya betah bekerja. Kedepannya ketika ada event lagi yang membutuhkan LO, saya dengan tegas mengatakan “Sorry Singapore, especially Swimming Team”. Tentunya memang banyak event olahraga internasional di tahun 2012 yang akan diselenggarakan di Palembang seperti yang akan dilaksanakan waktu dekat ini adalah kejuaraan sepak takraw dunia pada Februari mendatang. Moga saya diberi kesempatan untuk mensukseskan berbagai event olahraga  di Palembang. Yang pasti mulai dari sekarang saya akan melatih kecakapan berbahasa inggris saya, tidak hanya itu saya akan kembali belajar Bahasa Korea yang telah lama saya tinggalkan semenjak tamat SMA dan begitupun dengan Bahasa Jepang. Selebihnya saya akan belajar memahami sifat manusia hhehe

Lim Yao Peng

O iya, dibalik atlet Singapore yang cuek minta ampun. Ternyata saya mengenal satu atlet yang ramah. Dia adalah Lim Yao Peng, atlet cabor athletics untuk male 4×100 meters event. Ternyata ini adalah SEA Games pertamanya. Saya mengenalnya ketika dia meminta bantuan untuk men-setting GPRS Telkomsel pada i-phone nya. Mengapa saya mengatakan ramah? Karena kalau bertemu, dia sering menyapa saya duluan. Malahan ketika dalam perjalanan pulang ke wisma, dia tak ragu menyapa saya. Trus pada saat hari dia pulang ke Singapura, dia memberi tahu saya lewat whatsapp dan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan dari saya hhaha So that’s why, kaos berwarna dark blue yang bergambarkan medali emas 26th SEA Games dan bertuliskan I’m the winner yang sudah saya persiapkan bagi the lucky one diberikan kepada Lim Yao Peng *prok-prok-prok Sayangnya saya tidak sempat berfhoto dengan Yao Peng, malahan kaos itu saya titip di tangan kedua lewat Jerome Teo hhaha dan sampe sekarang kami keep in touch lewat whatsapp. Info tambahan, Kamis, 1 December 2011 adalah awal bulan dan akhir tahun yang surprised banget. Saya whatsapp-an dengan Yao Peng and guess it? Dia mau ngasih dan ngirim Singapore Team shirt nya and I’m waiting for the parcel now :) Kok bisa? Diperbincangan saya nanya soal Gatorade, minuman bubuk yang dikasih sama Mr. Aloysius itu halal atau nggak karena disana nggak ada label Halal. Dia bilang it’s okay, that’s just powarade and contains sugar stuff! Lalu saya bilang bahwa saya dikasih 4 containers meskipun saya berharap dikasih Singapore Swimming shirt. Yao Peng berkata kenapa saya tak minta dengannya kemarin. Lantas saya jawab, saya tak berani apalagi dengan Yao Peng soalnya ini adalah SEA Games pertamanya tentu dong that’s memorable shirt. Tanpa ragu dia minta alamat saya, what? Mimpi apa saya? Soalnya hal yang membuat saya sedih ketika Singapore Swimming Team take off adalah mereka tak memberikan shirt nya :( But now what I wanted yesterday, it’s going come true, Alhamdulillah! He’s so nice and humble person. That’s my best gift mendekati hari ulang tahun saya :)

ID Card

Selanjutnya saya mau bahas tentang opening dan closing ceremony karena tentunya salah satu dasar mengapa saya ingin menjadi panitia SEA Games yakni bisa ikut acara OC gratis yang katanya bakal menjadi opening dan closing ceremony termegah selama sejarah SEA Games dan ternyata memang benar-benar sepektakuler. Namun sayang sungguh disayang, ID Card yang jelas-jelas tercantum O/C dimana ini menjadi akses bahwa pemilik ID Card tersebut bisa masuk dalam opening dan closing ceremony tak berfungsi. Sungguh kecewa rasanya!!! Pada opening ceremony kami khususnya LO renang Singapura tidak mendampingi para atlet dan official yang tengah latihan di Aquatic dimulai dari 4-6PM hhaha karena ini kesempatan langkah jadi kami tak mau mikirin mereka dulu. Pada saat itu mereka memutuskan tidak ingin ikut opening ceremony karena besok pertandingan hari pertama cabor renang jadi mereka ingin men-charge stamina dan ternyata bukan hanya mereka saja beberapa atlet dan official dari negara lain juga seperti itu. Perasaan kecewa menyelimuti diri kami, ya tentu nggak seru kalau kami kesana tapi nggak mendampingi kontingen. Lalu kak Lita memutuskan buat pulang ke rumah saja dan sekarang tinggal saya dan kak Yuni. Sebagai info, ternyata kak Lita nonton opening ceremony dibangku VIP coz keluarganya diberi invitation, benar-benar buat iri.  Lanjut, kami memutuskan buat nempel ke atlet dan official renang Kamboja dan tentunya dengan senang hati kak Yayak yang mendampingi mereka mengizinkan. Akhirnya kami pergi bersama atlet dan official ke Weighlifting Building buat menyatukan semua atlet dan official Kamboja dari berbagai cabor yang akan menghadiri opening ceremony. Setelah semua lengkap, kami bersama rombongan dari negara lain tinggal menunggu jam terbang ke Stadion Gelora Sriwijaya. Jujur koordinasi yang buruk membuat mereka mesti lama menunggu, mulai dari jam 5 sore sampai jam 7 malam baru berangkat ke stadion kemudian sampai disana mereka

With LO Swimming, makan bareng di salah satu resto kompleks PIM!

tidak masuk sebagai penonton karena mereka diikutsertakan dalam parade yang baru berlangsung hampir jam 9 malam. Na pada saat sampai di stadion kami baru dikasih tahu bahwa LO nggak boleh masuk. Tentu para LO pada kecewa. Hadeeh –” apa guna ID Card ni ckck Berbagai upaya telah kami lakukan dan finally tepat jam 8.20an kami dikasih kepastian kalau LO boleh masuk namun pada saat parade atlet dan official. Dan itupun kami mesti nyelip-nyelip dalam stadion. Hal hasil saya menyerah dan memutuskan untuk pulang saja karena untuk apa masuk di last minute hhehe. So opening ceremony GAGAL. Lalu bagaimana dengan closing ceremony, ternyata sama saja seperti opening ceremony sistemnya namun ada yang berbeda karena kami LO renang bisa masuk stadion berkat bantuan kakaknya kak Dhani. Kak Dhani ini juga LO renang. Tapi saya tidak ikut pada closing ceremony karena mesti menyelesaikan tugas yang sudah numpuk dan quiz, respone serta UTS yang sudah siap untuk disantap. Menyesal? Pastinya sangat menyesal tak menghadiri closing ceremony namun saya mesti mengikhlaskannya, mungkin belum rezeki saya ya. Jadilah nonton di TV saja hhehe O iya di wisma talet enak banget, ada Pocary Sweat yang bisa diambil tanpa batas. Sebenarnya itu khusus atlet dan official namun kami para LO ikut ambil bagian hhaha

Yup, that was all my experience during being LO on 26th SEA Games. Ternyata apa yang saya bayangkan tentang keglamouran menjadi LO sangat bertolak belakang dengan kenyataan, apalagi soal gajinya yang benar-benar tidak sesuai dengan harga hhehe GOOD BYE TEAM SWIMMING SINGAPORE! Congratulations for 17 GOLDS. SEE YOU!

With modo & modi, Aquatic Stadium

With Mr. Thai

Gatorade Perform 02-Lemon Lime Powder, Swim Cup and Singapore pin

With Mr. Alex "The Governor of South Sumatera" and other LO in Dinner

With the others LO Swimming

With Swimming Athlete of Cambodia

With Aaren

at SMB II Airport

 

Best regards,

@Kgs_Dedi

About these ads

20 thoughts on “Pengalaman Menjadi Liaison Officer Pada SEA Games 2011

  1. senang akhirnya bisa menemukan sebuah artikel atau lebih tepatnya sebuah opini dari sesama laision officer negara singapura. saya annisa dari surabaya kebetulan juga akan meng-handle para atlet muda singapura di cabang olahraga table tennis dalam rangka asean school games 2012. terima kasih :)

  2. Halo, salam kenal, wah, sory telat baca :( coz iseng2 ajak ketik tentang LO, e ketemu blog ini,,,^^..kenalkan, saya juga seorang LO tapi untuk ASEAN Paragames, (SEA GAMES-nya difabel) di kota Solo November lalu… saya ingin bagi2 pengalaman dari event yang sama tapi berbeda, hehehehe… teryata apa yang kamu ceritakan, tak kami rasakan di paragames. Hampir semua atlet yang kami tangani sangat berbeda 180derajat, karena mereka adalah para penyandang cacat, walaupun bagi kami baru pertama kali bertemu mereka, saya salut kepada mereka yang sangat jauh dari bayangan kita. Mereka sangat mandiri dan walaupun mereka, maaf cacat, tapi tak menghalangi mereka untuk beraktifitas tanpa merepotkan orang lain (cuman untuk atlet wheelchair, suatu pantangan untuk membantu mendorong mereka, tanpa meminta izin dulu). Saya bertugas sebagai LO Koordinatoor LO Powerlifting (angkat besi, tetapi sambil berbaring). (event ini memang menyelenggarakan cabor yang tak umum dipertandingkan, seperti voli duduk, goal boall (semacam sepakbola, tapi untuk tuna netra), wheelchair tenis, dll) dan selama event ini berlansung. saya banyak berhubungan dengan atlet2 negara lain, karena saya tidak menghendel satu kontingen tertentu. Mereka sangat-sangat baik dan ramah, sampai mereka pulang ke negara asal, ada beberapa atlet yang memberi kita Pin, Jacket, Sepatu, T-shirt bahkan ada yang bagi-bagi uang. saya mendapat sebuah jacket dari pelatih Powerlifting Thailand. dan LO cabor lainpun juga mendapat hal yang sama.
    Yang paling mengharukan kita semua adalah ketika kita harus mengantar mereka kebandara, ya rasanya berat meninggalkan mereka, walaupun kita bebbeda bangsa dan negara, tak ada satupun rasa “gengsi” atau “jaim” dari atlet2 difabel ini. sampai sekarangpun, saya masih berhubungan baik dengan beberapa atlet maupun pelatih melalui email atau facebook, bahkan saya pernah mendapat kiriman oleh-oleh yang memang beliau kirim dari Malaysia untuk saya
    Saya dengar bahwa PON maupun Islamic Solidarity Games juga kan dilaksanakan di Riau (lebih dekat dari Palembang tentunya, dari saya di Solo, hehehehe) dan ada setelah itu juga akan diselenggarakan pertandingn khusus untuk difabel, semoga anda juga bisa berkesempatan untuk bergabung di event di atas, tapi cobalah mendaftar menjadi LO di pertandingan difabel tsb, saya yakin bahwa anda akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa, bisa bertemu dengan orang2 yang luar biasa pula.

    thanks buat tempat sharingnya, hahahahaha…. sukses kawan..!!!

    • Maaf juga telat untuk membalas comment ini :(

      Terima kasih ya Fauzi atas sharingnya, bener-bener keren pengalamanmu. Hmm kayaknya seru juga ya kalau kita jadi LO untuk org difabel seperti itu karena banyak banget pelajaran yang bisa kita dapatkan dari mereka dan tentunya menginspirasi.

      Terima kasih juga buat informasinya ya tapi saya nggak jadi daftar LO Riau hhhehe

      Kalau ada cerita yang berhubungan mengenai LO bisa di share disini lagi :)

  3. wah pengalaman lo sm kyk gw bro, di sea games kmrn gw jg jd panitia dari bappeda di aquatic, emang keren jg bs bnyk kenal atlet2 renang dr asia tenggara, yg paling akrab n still keep in touch until now dr cambodia, gauthier washmuth n hemthon vitiny, wuih jd kangen lg sm momentnya, eia kalo dr singapore gw pernah foto bareng joseph isaac schooling sm yg cewek gw lupa namanya orgnya rada cina n cakep jln bareng joseph trs, pokokny mantab bro!

    • Iya bener2 pengalaman yg tak kan terlupakan, masalah gaji tidak penting sebenarnya namun the best experience itu yg mesti di dapatkan hhehe Bener2 kangen momen2 jadi LO :D

      Owh sempet fhoto sm Justin Bieber Singapore ya hhehe kami memanggilnya Justin soalnya tampangnya agak kanada gitu hha Mungkin cewek yg kamu maksud Huiyu Koh, dia satu-satunya yang tercantik dan agak lugu/ nggak sombong :D

  4. urwell :)) saya LO PALEMBANG dan tinggal di palembang :) hehe perkiraan anda salah :) :) salam kenal juga :) ehh iyah kalau ada informasi LO kasih tau iyah ? hha pengen jadi LO lagi kaya kemaren nih :D makasih sblm nya :D

  5. wahhhhhh
    keren :) pngen bgt jdi LO (guide). bisa mmperluas wawasan n pngalaman yg luar biasa ehehe ^_^ sea games kemarin aku jg jdi LO tp khusus LO PHRI just stay in hotel. memberi informasi kpda atlet tpi sering jg sih di ajak mrka latihan n nnton pertandingan ahahah :)
    sukses buat kamu :)
    pengalaman ny sngat keren ^_^

  6. Wah bagus juga nih pengalamannya bro, kebetulan saya dan tmn2 di Mataram, Lombok akan menjadi LO jg untuk Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI pada tanggal 1-3 Desember 2011 ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s