Double Gift, Belajar dari Adam Khoo dan Juara #1 Lomba Story Telling

Penyerahaan trofi #1st Winner :)

Di bulan Desember ini, saya mencoba untuk ikutan The 2nd Edsavaganza “English As The Gate of Knowledge” yang diadakan oleh FKIP Bahasa Inggris, Universitas Sriwijaya. Pada Edsavaganza yang ke-2 ini terdapat 4 kompetisi yang dipertandingkan yakni story telling, speech contest, news reporting dan debate competition. Dengan bermodalkan pengalaman saya yang pernah ikutan lomba story telling tingkat provinsi se-Sumatera Selatan pada SMA dulu, saya pun mencoba lagi peruntungan buat ikut story telling dan yakin bahwa akan menjadi juara #1. Pendaftaran baru dibuka 3 Desember sedangkan saya baru tahu 6 Desember dan deadline pendaftaran 9 Desember, saya pun mulai berpikir mau ikut atau tidak? Biar dapet keputusan final mau ikut atau nggak, saya pun mencoba mencari tahu melalui CP “mbak Muti” mengenai tema story telling dan ternyata story telling ini bertemakan “Inspiring Idol”. Langsung saja Muhammad Assad melintas dalam pikiran saya, Muhammad Assad adalah pemuda Indonesia berprestasi yang benar-benar patut diacungi jempol. Dia dalah lulusan S1 Program Business Information Systems dengan predikat cum-laude dari University of Technology Petronas, Malaysia dan mendapatkan 3 penghargaan saat kelulusan. Saat ini dia sedang meneruskan S2 Islamic Finance di Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS), Doha, dengan beasiswa penuh. Pokoknya banyak sekali alasan kenapa saya menjadikan dia sebagai my inspiring idol namun karena saya tidak menemukan hal yang membuat saya puas untuk dijadikan objek buat story telling maka saya berubah pikiran. Kemudian terlintas buat nyeritaiin kisah kesuksesan Oprah Winfrey, mungkin kalian sudah tahu bagaimana pahit dan manis kehidupan Oprah sebelum menjadi wanita yang berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Setelah dipikir dengan matang, saya merasa tidak puas lagi dan memutuskan untuk mengganti inspiring idol karena terasa complicated kisahnya dan tak sanggup memerankan sesosok wanita.

Akhirnya, Jum’at 9 Desember, tiga hari menjelang perlombaan saya mencoba googling dan menemukan sosok Adam Khoo, orang yang dulunya bodoh dan sekarang menjadi miliyader termuda di Singapura pada usianya yang ke-26. Saya pun mulai googling kisah lengkap tentang dia dan setelah saya baca, saya benar-benar diselimuti rasa haru dan dercak kagum, kala itu tubuh saya merinding membaca kisahnya karena terbawa suasana :). Kalau nggak percaya silahkan googling deh kisahnya. Tapi disini saya mencoba meresume tentang kisahnya.

Adam Khoo

Adam Khoo adalah siswa yang dicap sebagai siswa terbodoh di Singapura karena nyaris semua nilainya F *parah ya. Dia selalu bermain games dan hobi menonton TV tanpa memikirkan sekolahnya. Karena banyak banget sugesti negatif yang didapat dari guru dan teman dekatnya yang selalu berkata bahwa Adam Khoo bodoh, bodoh, bodoh! Maka tak heran dia selalu berpikir bahwa dia memang ditakdirkan menjadi orang bodoh. Saat kelas 4 SD, dia di drop out dari sekolah dan pindah ke SD lain. Pada saat ingin melanjutkan ke jenjang SMP, 6 SMP menolaknya dan akhirnya dia masuk ke SMP terburuk di Singapura. Pada saat usia 13 tahun, dia disertakan orang tuanya untuk mengikuti Super Teen Program yang diajari oleh Ernest Wong. Disana Adam Khoo belajar mengenai Neuro Linguistics Program, sebuah sistem belajar cepat diantaranya sistem Peta Pikiran (Mind Map). Selain itu dia mendapatkan kata-kata pembakar semangat dari Ernest Wong yang mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi jenius dan pemimpin walaupun semulanya bodoh. Dan satu hal yang dapat menghalangi seseorang untuk sukses adalah sugesti negatif yang diterimanya. Akhirnya, dia bangkit dan mempunyai kepercayaan diri yang begitu kuat. Dia mengatakan “Jika orang lain bisa mendapatkan nilai A, maka saya juga bisa.” Lalu pertama dalam hidupnya dia berani menentukan target dan tidak hanya ditulis didalam note nya namun dia mengumumkannya didepan kelas, yakni:

1. Dia akan mendapat nilai A pada semua mata pelajaran.

2. Dia akan masuk Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura).

3. Dia akan masuk National University Of Singapore (Universitas terbaik di Singapura)

Tentu ketiga target tersebut spontan membuat guru dan temannya menertawakan Adam Khoo. Singkat cerita dia berhasil mencapai ketiga taget tersebut, dalam 3 bulan nilai rata-ratanya yang semula 40 kini menjadi 70. Dalam setahun yang awalnya 10 peringkat terbawah di sekolah, kini peringkat 18. Ketika lulus dia mendapatkan nilai A di semua mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional. Lalu dia berhasil masuk Victoria Junior College dan lulus sebagai lulusan terbaik dengan semua nilai A. Akhirnya dia berhasil menjadi mahasiswa di National University Of Singapore (NUS). Di NUS, Adam Khoo masuk dalam NUS Development Program, program bagi TOP 1% student atau program bagi orang jenius. Dan akhirnya dia lulus sebagai mahasiswa terbaik. Dari kisahnya kita bisa belajar bahwa untuk menjadi orang yang sukses kita mesti mempunyai tujuan yang jelas, keyakinan yang kuat dan tentunya disertai tindakan (talk less do more).

Gimana pendapat kalian tentang Adam Khoo? So amazing right? Hal inilah yang membuat saya yakin untuk memilih dia sebagai objek story telling dan kalian bisa membayangkan kan apa yang mesti saya lakukan supaya cerita saya nampak hidup dan pastinya seru banget. Disana saya bermain >6 suara, yakni narator (saya), Adam Khoo, kepala sekolah yang men-DO, guru yang complain dengan prestasinya, Ernest Wong dan teman-temannya yang mengejek. Jujur saya benar-benar kesulitan dalam mencari nada suara yang pas namun akhirnya saya bisa. Hal yang saya jadikan klimaks adalah ketika si Adam Khoo mengumumkan taget besarnya, I love this part. Terus saya buat pembukaan yang benar-benar berbeda dimana ada musik pembuka, dengan mengandalkan suara yang pas-pasan dan instrument dengan memukul anggota tubuh sendiri hhehe Lagu ini seperti yel-yel semangat bahwa kita bisa dan ini saya dapat waktu zaman martikulasi SMA di regu Diponegoro, ini bersumber dari teman saya, Reksa Alviona yang adalah mantan pertukaran pelajar ke Amerika dalam program 1 tahun AFS namun tentunya saya rombak liriknya lagi. Ini saya beri liriknya:

I know I can, I Know I can

Be what I wanna be, be what I wanna be

If I work hard at it, if I work hard at it

I’ll be where I wanna be, I’ll be where I wanna be

I am the best

And I am to be number one

Please don’t step back

Every body, ….

LO Swimming in Farewell Party

Lagu pembuka ini membuat para juri dan penonton ikut bergoyang kepalanya hhehe Disini saya berterima kasih sama Bu Dewi yang telah memberikan masukan sama bahan story telling saya agar menjadi lebih hidup lagi. Benar-benar tidak sia-sia datang farewell party Liaison Officer SEA Games 26th hari minggu, 11 Desember, yang sebetulnya besok udah mau tampil dan belum nyelesaiin tugas Penelitian Operasional tapi saya nekat buat datang dan akhirnya bisa diberi wejengan sama Bu Dewi hhehe

Setelah saya tampil, saya mulai berkecil hati melihat penampilan Sucia yang membawakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan orang buta, suaranya benar-benar lantang dan juga Muhammad Abdurahman yang  menjadi kakek tua yang bercerita mengenai sosok Ibu. Dan yang membuat saya tak PeDe adalah Muhammad Abdurahman yang setelah diselidiki, ternyata dia adalah mantan juara #1 story telling tingkat SMA se-Sumatera Selatan.

Label I'm 7th year old

Malam harinya saya di-SMS oleh ketua pelaksana bahwa saya juara #1 lomba story telling dan diminta untuk datang besok dalam closing The 2nd Edsavaganza untuk penyerahan trofi dan tampil sekali lagi namun mereka sedikit kecewa karena saya tak bisa tampil karena tengah itu ada mata kuliah Kimia Fisika yang entah mengapa hati saya berkata harus masuk mata kuliah ini dan ternyata benar, diakhir perkuliahaan ada quiz. Jadi saya hanya datang pada saat penyerahaan trofi saja hhehe

Hanya segitu postingan saya kali ini, dan pengalaman ini benar-benar sesuatu hhehe

Para juara story telling, 2nd Edsavaganza 2011

 

Best regards,

@Kgs_Dedi

About these ads

4 thoughts on “Double Gift, Belajar dari Adam Khoo dan Juara #1 Lomba Story Telling

  1. Bisa beritahu saya nggak ya nanti kalau UNSRI ngadain lagi, tolong kirim Infonya ke Email saya ya, Mohon bantuannya…. :) (wahyuAnggraini27@yahoo.co.id)

  2. Alhamdulillah dek..akhirnya mnjdi Juara,,,ga sia-sia dateng di acara farewell Sea Games kemaren,tidak dapat makan siang kemaren tidak berpengaruh apa-apa, hhahahahaah bener2 ga sia2 liat Dedy n bu Dewi sibuk di dalam keramaian.
    hhhmmm Good Luck lagi buat kedepan nya,…:) we love u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s