11 Hari Berpetualang di Korea PART #4 (Hari ke-1 di Korea)

Selama di pesawat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak, saya diselimuti rasa haru karena masih nggak percaya bahwa hanya dalam hitungan jam lagi saya akan berada di negara yang sudah lama ingin saya kunjungi. Sederet aktivitas yang ingin saya lakukan setiba di Korea terus menari dipikiran. Tak lupa juga pesan dari keluarga saya untuk selalu berdzikir dan berdo’a meminta lindungan sama Allah. Di pesawat saya diminta mengisi arrival card dan custom declaration yang diberikan oleh pramugari. Rasa haru pun bertambah tak kalah mulai terlihat Korea dari balik kaca jendela. Awak pesawat memberitahu sebentar lagi pesawat akan segera landing di Incheon International Airport dan cuacanya bersahabat dengan suhu 20°C.

Alhamdulillah pesawat terbang dan landing dengan mulus tepat jam 08.20 (Korean Time). Yeahhh akhirnya saya menginjakkan kaki juga di Korea. Cepat-cepat saya mengambil kamera untuk mengambil foto. Saya pun mulai mengekor para penumpang lainnya yang berjalan dengan ritme yang lumayan cepat. Saya nggak tahu mau dibawa kemana setelah keluar dari pesawat hhehe Untuk pertama kalinya saya nyobain flat escalator dan sempet rada kampungan ngelihatnya hhaha Terus turun ke bawah dengan escalator yang bagi saya cukup curam dan tinggi. Dari escalator saya melihat orang-orang mengantri dengan rapi menunggu subway yang akan mengantar penumpang ke bandara utama. Subway pun tiba, saya segera masuk. Keluar dari subway, saya bergegas ke bagian imigrasi dan Alhamdulillah proses imigrasi lancar. Selanjutnya pergi ke tempat pengambilan bagasi, cukup lama menunggu bagasi saya muncul di conveyor. Selagi menunggu saya sibuk whatsapp dengan Cek Wiwin untuk menyampaikan kabar bahwa saya sudah sampai dengan selamat. Setelah bagasi ditangan, saya segera mencari information center untuk meminta peta secara gratis. Disana juga banyak brosur yang bisa diambil.

Sebelum keluar saya menyempatkan diri untuk mengexplore dan hunting foto dulu. Saya kagum dengan bandaranya yang besar, luas, rapi, bersih, tertata dan terawat. Pantas saja menjadi bandara terbaik di dunia. O iya kalau kalian butuh tukang foto, kalian jangan malu minta tolong sama orang Korea karena mereka baik dan nggak bakal nolak. Tapi pernah sekali si di tolak sama seorang ibu pas di Incheon Arts Platform hhaha Bagaimana cara memintanya? Bisa pake’ bahasa tarzan atau kalau mau coba Bahasa Korea bisa bilang “저기요 사진 찌거 주세요 (Jeogiyo, sajin jjigeo juseyo?)“.

Selesai mengexplore, saya buru-buru keluar bandara dari pintu keluar 4. Sebagai informasi loket tiket bus limousine berada dekat dengan pintu keluar 4 atau 11. Saya membayar tiket seharga 15000 Won dan menunggu di bus stop nomor 6050 persis di sebelah kanan loketnya. Di itinerary seharusnya saya naik bus limousine nomor 6015 dengan harga tiket 10000 Won tapi mau gimana lagi tiketnya terlanjur dibeli hhehe Ada 2 transportasi murah menuju Seoul yakni Limousine Bus dan AREX. Sebenarnya AREX (subway dari dan ke airport) sangat murah dan cepat hanya 4000-6000 Won untuk sampai ke Seoul tapi berhubung saya masih bingung tata cara naik subway mending nanti saja hhehe Untuk info lebih lanjut mengenai transportasi dari dan ke bandara silahkan buka http://www.airport.kr/eng. Jika masih bingung juga, kalian bisa tanya tourist information center di bandara.

Selagi menunggu bus, saya mengirim pesan ke Shin Son via CS kalau saya akan sampai di Seoul Station jam 11.00. Jadi ceritanya kami janjian bertemu disana. Bus pun datang tepat jam 10.00 sesuai dengan jam yang tertera di tiket. 10 menit kemudian bus berangkat. Di dalam bus hanya ada 4 orang, 2 orang cewek cantik, supir dan saya sendiri. Apa nggak rugi ya cuma mengangkut 3 orang penumpang? Kalau di Indonesia harus ngetem dulu kan hhaha Sepanjang perjalanan menuju Seoul Station saya bagaikan orang kampung yang baru masuk kota. Saya sangat antusias. Berhubung banyak bangku yang kosang jadi saya beberapa kali pindah bangku biar dapet tempat yang nyaman buat lihat pemandangan dari balik kaca jendela hhehe

Sekitar jam 11.00 saya sudah sampai di Seoul Station dan turun mengambil bagasi, 2 orang cewek tadi juga ikut turun. Saya menyapa mereka berdua. Saya kira mereka orang Korea, eh nggak tahunya orang Jepang. Ini adalah ketiga kalinya bagi salah satu dari mereka liburan ke Korea. Kami bersama-sama masuk ke Seoul Station. Lalu saya mengambil hape berniat untuk memberitahu Shin Son bahwa saya sudah sampai. Sialnya batere hape saya sudah drop duluan. Mulailah saya gelisah. Ketika mau berpisah, saya buru-buru minta tolong sama mereka sudikah kiranya meluangkan waktu untuk membantu saya mencari dimana pintu Airport Raiload karena saya janjian akan bertemu Shin Son disana. Untungnya mereka dengan senang hati ingin membantu. Kami bersama-sama mencari pintu Airport Raiload yang dimaksud Shin Son dan ketemu juga tapi kok sampai jam 11.20 nggak ada tanda-tanda orang yang sedang menunggu. Cewek Jepang itu menyarankan saya untuk menghubungi dia saja. Ah? Bagaimana mau menghubungi kalau batere hape saya saja sudah drop. Tanpa ada rasa malu, saya meminjam hape mereka buat akses internet buat mengirim message via CS tapi sialnya lagi WiFi dikunci. Merasa nggak enak sudah terlalu jauh merepotkan mereka, saya segera menyuruh mereka pergi. Sebenarnya ini akibat keteledoran saya juga, saya nggak mencatat kontak hape dan petunjuk yang diberikan oleh Shin Son. Yang saya ingat cuma bertemu didepan pintu Airport Raiload. Bodohkan? *iya bodoh hhaha

Mulailah saya panik karena sudah jam 11.35 belum juga bertemu. Satu-satunya jalan terakhir ya harus menemukan warnet. Saya bertanya sama orang disana, ada warnet nggak ya? Eh ternyata ada tapi sayang untuk masuk kesana harus memakai kartu akses  Sebenarnya saya mau minjem hape orang-orang yang ada di Seoul Station buat akses internet tapi kelihatannya ekspresi mereka rada takut. Nggak heran si takut, saya kan dari tadi mondar mandir nggak jelas bawa koper besar pula hhaha Lalu saya baru teringat kalau saya bawa notebook walau baterenya sudah soak. Jadi saya harus cepat ni browsing sebelum notebooknya mati. Sayangnya WiFi di notebook bermasalah atau dalam kata lain nggak bisa detect adanya WiFi. Terbayangkan betapa paniknya saya karena sudah jam 12 lewat tapi masih juga belum ketemu dan takutnya dia keburu pulang karena keteledoran saya. Walau sudah jam 12 lewat saya tetap bersemangat buat mencari Shin Son karena selain menghemat biaya menginap 2 malam di gueshouse hhehe Saya juga kehilangan satu kesempatan buat menginap dengan orang Korea karena pasti seru bisa sharing apalagi kalau di temenin jalan-jalan hhaha

Saya pun mendatangi information center untuk menceritakan masalah yang sedang saya hadapi. Dia pun meminta nomor hape Shin Son bermaksud untuk menghubunginya tapi ya itu dia bodohnya saya tidak mencatat kontaknya hhaha Tanpa rasa malu saya minta tolong buat dizinkan mengakses internet di kompinya hhehe Namun dia tidak mengizikan, lalu menunjuk warnet itu lagi yakni warnet dimana untuk masuk kesana harus ada kartu akses. Karena tak punya kartu akses, dia menyuruh saya untuk pergi ke kedai kopi saja (saya lupa nama kedai kopi tersebut tapi masih didalam Seoul Station). Saya bergegas ke kedai kopi yang dimaksud dan Alhamdulillah saya diberikan izin oleh pemilik kedai kopi untuk mengakses internet secara gratis walau butuh waktu 5 menitan bagi pemiliknya untuk mengerti maksud saya (biasa kebanyakan orang Korea englishnya masih rendah). Ternyata Shin Son meninggalkan banyak pesan di CS. Segera saya membalas pesannya dan memberitahu bahwa saya masih mencari dia di Seoul Station. Betapa senangnya saya, ternyata dia masih menunggu hhehe Makasih hyeong  Alhamdulillah akhirnya sekitar jam 12.30, saya berhasil bertemu dengan pria berkulit putih yang tingginya lebih dari 180cm itu. Saya berkali-kali meminta maaf karena sudah membuat dia menunggu lama. Katanya “it’s okay, you owe me cause all of this” hhaha Oh iya emang ada misunderstanding diantara kami. Shin Son mengira bahwa saya akan naik AREX (line Airport Raiload) jadi dia menunggu di lantai B2 tempat AREX berhenti dari jurusan Incheon International Airport. Saya juga lupa memberi tahu kalau saya naik limousine bus jadi ya begini la akibatnya hhaha Setelah itu saya baru sadar, seharusnya saya nggak usah repot-repot si nyari warnet, tinggal nyari tempat charge hape saja kan beres -.- Harap maklum ya kan ceritanya lagi panik jadi pikiran saya terlalu pendek hhehe

Sebenarnya apartment Shin Son dari Seoul Station bisa ditempuh sekitar 15 menit tapi karena dia melihat saya membawa koper besar jadilah kami naik taxi dan baik banget dia yang bayarin taxinya hhehe Apartmentnya nggak ada lift dan berada di lantai 5, hal hasil capek juga bawa koper. Apartmentnya bersih banget lo, pokoknya masih kalah deh cewek kalau soal kebersihan hhaha Saya diberikan private room, tempat tidurnya sebuah sofa yang multiguna jadi bisa dijadiin matras lengkap dengan bantal, seprei dan selimut tebal. Setelah merapikan koper, saya segera mandi. Dan dia masakin saya makan siang lo, jajangsphageti hhehe Tak ketinggalan saya mengeluarkan kemplang sebagai makanan pendamping. Selesai makan kami memulai basa-basi dan dia mereview itinerary yang sudah saya buat. Dia bertanya apakah saya tidak lelah sehingga memaksakan diri buat langsung jalan di hari pertama? Tentu saja nggak lelah malah sangat bersemangat. Dia bertanya lagi apakah saya bisa jalan sendiri atau minta ditemani? Ya tentu saja minta ditemani dengan alasan masih buram dengan transportasinya hhehe

Jam menunjukkan hampir pukul 3 sore, kami segera pergi mengejar upacara pergantian pengawal di Deoksugung Palace yang akan dimulai jam 15.30. Subway terdekat dari apartmentnya ya Seoul Station tadi, namun sebelumnya mampir ke mini market GS25 untuk membeli T-Money seharga 2500 Won. Sampai di Seoul Station, saya langsung kursus singkat bagaimana cara men-charge T-Money, menggunakan T-Money dan menggunakan subway. Untuk mengetahui bagaimana caranya silahkan baca postingan saya Cara Menggunakan Bus, Subway dan Taksi di Korea.

Beruntung kami nggak telat sampai di Deoksugung Palace (City Hall Station, Line 1, Exit 2) karena upacarnya baru akan segera dimulai. Upacara pergantian pengawal berlangsung sekitar 15 menit saja di gerbang Daehanmun atau pintu masuk Deoksugung Palace dan bisa ditonton secara gratis. Setelah upacara selesai, penonton diberikan kesempatan untuk berfoto bersama pengawal istana dan saya pun tak mau melewatkan kesempatan ini. Selesai berfoto, kami masuk ke Deoksugung Palace (tiket masuk 1000 Won). Untuk tiket Shin Son, saya yang traktir hhehe Di kompleks istana ini kita bisa melihat taman dan bangunan hanok (rumah tradisional Korea) yang sudah tua. Puas berkeliling, kami mampir ke warung yang ada di kompleks istana. Dia membeli 1 botol air mineral dan ketika saya mau membeli air mineral juga, dia melarang. Karena air mineral yang dia beli emang sengaja dibeli untuk saya. Wah baik banget ya hhehe Di bagian belakang kompleks istana terdapat bangunan berarsitektur barat yang didesain oleh arsitek inggris yakni Seokjojeon Hall yang sekarang berfungsi sebagai National Museum of Contemporary Art. Dulunya sebagai tempat kaisar Gojong. Behubung masuk kesana gratis jadi sayang kalau dilewatkan hhehe Museum ini berisi banyak lukisan yang menceritakan sejarah Korea. Selama berada di museum ini pengunjung dilarang mengambil foto. Tak lama kemudian kami keluar. Lalu beristirahat di tangga masuk museum sambil melihat gerombolan bapak-bapak dan ibu-ibu yang bersemangat belajar sejarah. Salut sama mereka walau sudah tua tapi menghargai sejarah ya. Sekitar jam 4 lewat kami beranjak meninggalkan Deoksugung Palace menuju Myeongdong. Ohhh iya batere kamera digital saya sudah drop disini  Jadi untuk selanjutnya hanya mengandalkan kamera hape dan juga kamera Shin Son hhehe Untuk itu saya sarankan untuk membeli batere kamera cadangan ya 

Kami memilih untuk jalan kaki menuju Myeongdong (Myeongdong Station, Line 4, Exit 5, 6, 7, 8 atau Euljiro 1 (il)-ga Station, Line 2, Exit 5) karena nggak terlalu jauh juga, mungkin sekitar 20 menit ya dari Deoksugung Palace. Dalam perjalanan ke Myeongdong, kami melewati Donghwa Duty Free Shop (Gwanghwamun Station, Line 5, Exit 6) yang menjadi meeting point untuk Korea Free Shuttle Bus. Kami juga melewati Patung Admiral Yi Sun-Shin yang dipadati oleh anak-anak yang tengah asik bermain air mancur. Di belakang patung Admiral Yi Sun-Shin terdapat patung Patung Raja Sejong dan dibelakangnya lagi Gyeongbokgung Palace. Namun Patung Raja Sejong dan Gyeongbokgung Palace akan saya kunjungi di lain hari.

Kami pun menyempatkan diri mampir ke toko buku terbesar di Seoul yakni Kyobu Bookstore yang letaknya persis di seberang sebelah kanan Patung Admiral Yi Sun-Shin (Gwanghwamun Station, Line 5, Exit 3. Langsung terhubung dengan Kyobu Bookstore tepatnya sebelum naik tangga Exit 3 belok sebelah kanan). Di Kyobu Bookstore cuma window shoping doang hhehe Setelah itu kami menelusuri Cheonggyechon Stream. Ternyata benar sungainya bersih dan bening. Banyak juga pengunjung yang duduk-duduk di tepian sungai sambil mencelupkan kaki ke dalamnya. Sayangnya saya nggak melakukan hal serupa karena malas melepas sepatu hhehe Kebetulan di Cheonggyechon Stream lagi ada street performance yakni pertunjukan Salmunori. Salmunori adalah permainan alat musik tradisional Korea. Hal hasil kami istirahat sejenak dan menonton pertunjukkan mereka.

Begitu pertunjukan selesai kami beranjak pergi. Dan akhirnya sampai juga di Myeongdong. Myeongdong adalah pusat fashion trendseter di Seoul. Tidak hanya fashion K-Pop ala boyband atau girlband Korea tapi juga terdapat macam fashion dari belahan dunia. Beberapa pernak-pernik, aksesoris dan kosmetik pun dijual disini. Selain itu juga terdapat macam aneka makanan khas Korea di jajakan di restaurant, cafe dan di pinggir-pinggir jalan. Sebenarnya tujuan saya ke Myeongdong hanya mau nukar uang karena lumayan banyak money changer. Oh iya saya sudah kasih tahu kan di postingan sebelumnya tempat nukar uang yang murah di dekat Namdaemun Market atau Dongdaemun Market. Setelah selesai menukar uang, Shin Son mengajak saya untuk mencicipi makanan khas Korea yakni tteokbokki (kue beras pedas) dan odeng (fish cake). Harga tteokbokki per porsi (sepiring kecil) 3000 Won dan odeng per tusuk 1000 Won. Kami cuma beli tteokbokki 1 porsi untuk dimakan berdua dan masing-masing 1 tusuk odeng jadi totalnya 5000 Won. Saya menyokong 3000 Won. Dengan lahapnya saya menyantap tteokbokki dan odeng karena rasanya lezat banget. Hmm jadi kangen makan tteokbokki dan odeng ni 

Setelah perut kenyang, kami mampir ke toko kaset Natural Skin Care. Siapa tahu harga album SISTAR titipan teman saya lebih murah dibandingkan di Kyobu Bookstore. Namun cuma beda tipis hhaha Sebenarnya saya berniat beli kaset di kios-kios yang berada di Myeongdong Station karena harganya miring tapi karena nggak enak sama Shin Son jadi terpaksa beli disitu saja. Jadi buat kalian yang mau hunting hal-hal yang berbau K-Pop dengan harga murah tapi kualitas bersaing silahkan beli di Myeongdong Station saja. Tepatnya sebelum naik tangga keluar Exit 5 atau 6 belok ke kanan. Cari saja disekitaran itu ada beberapa kios yang menjual K-Pop merchandise.

Tujuan selanjutnya adalah Namsangol Hanok Village (Chungmuro Station, Line 3 atau 4, Exit 3 atau 4). Sebelum kesana, kami mampir dulu ke Coffee Shop. Sebagai informasi, Korea memang surrganya coffee shop karena disini banyak banget coffee shop dan memang sudah dijadiin tempat tongkrongan sehari-hari. Lagi lagi Shin Son berbuat baik, dia mentraktir saya kopi. Kalau nggak salah harganya sekitar Rp20ribuan, lumayan kan hhehe kalah deh TOP Kopi #BONGKAR hhaha Ketika Shin Son permisi ke toilet, tiba-tiba muncul tontonan yang mengasyikkan. Ada dua sejoli yang tengah ciuman mesra, lumayan lama lihat mereka ciuman hhaha Ini namanya nonton drama Korea live wkwkwk Setelah Shin Son kembali, kami segera menuju ke Namsangol Hanok Village. Untuk masuk kesana gratis.

Namsangol Hanok Village adalah sebuah desa kecil yang terdiri dari 5 rumah bergaya tradisional Korea. Kompleks ini menampilkan berbagai barang rumah tangga dan barang-barang lainnya yang diatur sama seperti pada masa periode Dinasti Joseon berlangsung. Taman tradisional di desa ini dihiasi dengan pohon-pohon asli yang tumbuh di Namsan, sebuah paviliun dan kolam. Disini juga kita dapat melihat dapur, beberapa gentong yang digunakan untuk memasak kimchi, tembikar, kerajinan, alat musik tradisional, kamar tidur dan kamar belajar pada masa itu. Terdapat juga permainan tradisional Korea seperti Tunho (panahan) dan Yunnori (permainan tongkat kayu). Tak mau kehilangan kesempatan, saya pun ikut bermain Yunnori. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya tongkat kayu saya masuk juga ke guci hhehe Di Namsangol Hanok Village kita bisa juga mengikuti Experience Traditional Korean Culture Program seperti Hanji Experience, Hanbox Experience, Hangeul Experience, Darye (Tea Ceremony) Experience dan Gugak (Traditional Korean Music) Experience. Namun untuk mencobanya tentu harus bayar hhehe Dari kesemuanya yang ingin saya coba adalah Hanbok Experience tapi sayang program itu tutupnya jam 5 sore. Jadi ya saya akan mengunjungi lagi Namsangol Hanok Village lagi di lain hari. Untuk foto yang lebih bagusnya akan saya kasih saat saya mengunjungi lagi Namsangol Hanok Village untuk kedua kalinya. Oh iya, ternyata Shin Son cukup jahil lo. Dia kurang kerjaan banget motoin saya saat tak sadar kamera hhaha

Jam menunjukkan hampir pukul 18.30, kami pun pergi ke N Seoul Tower/ Namsan Tower. Untuk kesana kita bisa naik bus atau cabel car. Dan saya lebih memilih bus karena lebih murah hhehe Dari Chungmuro Station, Line 3, 4, Exit 2. Naik bus nomor 2. Hmm kalau nggak salah ada juga bus stop di Exit 3, saya rada lupa hhaha tapi yang jelas bus stop buat ke Namsan Tower nggak jauh juga dari Namsangol Hanok Village. Saya nggak begitu diajarin oleh Shin Son cara naik bus jadi saya belajar dengan cara melihat Shin Son yang sedang membaca jalur bus dan melihat penumpang yang naik dan turun dari bus. Ternyata naik bus juga nggak sulit. Untuk mengetahui bagaimana caranya silahkan baca postingan saya Cara Menggunakan Subway, Bus dan Taksi di Korea.

Akhirnya bus berhenti, saya kira bus akan berhenti tepat di depan Namsan Tower. Ternyata nggak, kita harus berjalan kaki lagi sekitar 6 menitan. Rasanya berat banget kaki melangkah karena jalanannya menanjak curam/ tebingan. Dan ketika saya melihat Namsan Tower rasanya seperti mimpi. Hal yang saya pikirkan pertama kali ketika ada di Namsan Tower adalah melihat Love Rock untuk mengetahui seberapa banyak pasangan yang telah menggembokkan cintanya disana  Sayangnya saya masih single, padahal kalau lagi pacaran pasti akan saya gembok juga cinta saya hhaha Disana banyak banget orang yang lagi bermesraan, ngelihat mereka rasanya bikin nyesek karena 90% orang yang ngumpul disana semuanya memiliki pasangan 

Kemudian kami segera masuk ke N Seoul Tower dan menuju loket pembelian tiket. Saya pun membeli tiket N Seoul Observatory dan Teddy Bear Museum seharga 14000 Won. Lalu kami berpisah karena Shin Son nggak ikut jadi dia akan menunggu saya saja. Saya bergegas masuk dan mengexplore Teddy Bear Museum. Teddy Bear Museum dibagi menjadi 2 part. Part 1 bercerita tentang Korea pada masa lampau dan part 2 tentang Korea pada masa sekarang. Jadi teddy bear ini dijadiin miniatur untuk menceritakan kehidupan Korea pada masa lampau dan masa sekarang. Semua teddy bearnya bergerak lo jadi lucu ngelihatnya hhehe Sialnya pas masuk ke sesi 2 batere hape ikutan drop juga. Hal hasil saya tidak bisa berfoto dengan teddy bear princess hours dan juga tidak bisa narsis saat berada di N Seoul Observatory  Disana juga ada toko souvenir yang jual boneka teddy bear.

Setelah itu, saya langsung menuju ke N Seoul Observatory. Wahhh ramainya bukan main!!! Saya harus mengantri dan itu bisa memakan waktu 15-20 menit untuk masuk maupun meninggalkan N Seoul Observatory. Untuk sampai ke N Seoul Observatory, pengunjung harus naik lift dulu. Di dalam liftnya itu keren banget, saya dimanjakan dengan video animasi solah-olah saya sedang berada di dalam roket yang akan mengantarkan saya keluar dari bumi dan menuju puncak Namsan Tower yang ada di luar angkasa. Di N Seoul Observatory cuma lihat pemandangan kota Seoul dari puncak saja. Kalau mau melihat lebih dekat lagi, kita bisa memakai teropong dengan memasukkan uang recehan 500 Won ke lubang koin disebelah teropongnya. Saya pun tak ketinggalan buat mencoba  Selain itu juga kita dapat melihat informasi berapa jauh jarak negara-negara di luar sana dari Seoul Tower termasuk jarak dari Jakarta ke Seoul Tower.
Tak terasa sudah hampir jam 21.30, kami pun segera pulang ke apartment. Hmm benar-benar hari yang menyenangkan dan melelahkan. Selesai mandi, saya pun duduk manis di depan notebook untuk sharing pengalaman hari pertama di Korea ke keluarga saya dan tak lupa facebook juga. Dan ternyata WiFi notebooknya nggak error, saya nggak tahu kalau WiFinya dalam posisi off hhaha Untuk makan malam, saya dibuatin mandu (dumpling) oleh Shin Son. Tahu mandu? Kalau kalian nonton BIG pasti tahu karena orang tuanya Gil Da Ran buka rumah makan mandu. Sebenarnya mau makan kimbab tapi berhubung tempat makan langganannya dia tutup jadi hanya makan mandu.

Rincian biaya yang saya keluarkan di hari ke-1:

#NEXT >> 11 Hari Berpetualang di Korea PART #5 (Hari ke-2 di Korea)
Untuk hari selanjutnya saya berpetualang sendiri ke Kyung Hee University, Nami Island, Petite France, dan Itaewon tanpa ditemani oleh Shin Son + malam harinya saya menemani Shin Son belanja di Lotte Mart. Penasaran gimana cerita saya di hari ke-2, tunggu di part selanjutnya.

110 gagasan untuk “11 Hari Berpetualang di Korea PART #4 (Hari ke-1 di Korea)

  1. Ceritanya seru bgt nih plus byk kasi informasi y lengkap dan jelas
    Kak lanjutin dong ceritanya :3
    Kalo udah dilanjutin, kk kabar2in ke fb ato twitter wlw cm linknya aja, biar langsung ngebaca lanjutan ceritanya.. Kk punya fb ato twitter gak? Aku minta yaa
    Sekalian aku minta makalahnya :) kirimnya ke rizki.putrisolikhah@gmail.com
    Makasih banyak yaa
    Salam kenal :)

    • Salam kenal juga :D
      Oke sudah saya kirim, untuk info ttg transportasinya nggak ada karena info tersebut saya posting di blog ini. Tapi maaf ngk bisa secepatnya diposting karena draftnya ada di laptop saya yg skrg sudah 2 bulanan diservice juga belum dibalikin oleh pihak Thosiba –

  2. ka mau nanya dong , dari airport icheon ke seoul itu bisa langsung ga ?
    kan aku baca kaka dr icheon -> station seoul nah kalo mau lsng ke n tower seoul itu naik apa ? dan kmn dlu dr station seoulnya ? agar bisa nemuin bus menuju ke n tower ? . oh iya harganya brp ? kirim ke email aku aja ya ka bossyunilie@yahoo.com .
    makasih ka .

    • Nggak bisa langsung. Kalau memang mau ke Seoul Tower naik Limousine Bus menuju ke Millennium Hilton Hotel (jangan menuju ke Grand Hilton Hotel). Dari bandara keluar lewat pintu 4B atau 11A ntar ada loket. Limousine Busnya nomor 6702 (Namsan). Ntar bilang saja ke supirnya stop di Millenium Hilton Hotel. Lalu naik taxi dari sana ke Seoul Tower. Ini adalah cara terbaik kalau mau sampai kesana, cepet juga cara ini hhehe
      Cara lain mungkin coba naik Limousine Bus menuju ke Koreana Hotel, keluar lewat pintu 4B atau 11A. Limousine Busnya nomor 6701 (Seoul City Hall). Terus bilang sama supirnya stop di Koreana Hotel. Dari sana baru naik bus Seoul City Bus Tour.
      Untuk harganya ya kurang tahu, tapi untuk busnya dari bandara menuju ke Seoul kisaran 15000 Won – 20000 Won soalnya busnya tipe deluxe bukan standart.
      Untuk ongkos taxi atau seoul city bus tour kurang tahu ya.

  3. Hai salam kenal, bolehkah minta tolong kirim password utk download itinerary dan makalah lost in korea ke email saya herna_yau@yahoo.com? Saya akan brngkt ke korea bln nov, satu lg lanjutan postingannya donk……. ^^ terima kasih

  4. Halo mas, mau tanya, waktu ke korea musim apa ya? Terus 11 hari disana, simcard hpnya ganti atau ngandelin wifi aja? Saya ada rencana nih sebulan disana summer besok, mending sewa sim card atau ngandelin wifi ya? :)

  5. Wah kakak hebat punya temen orng korea..
    Q selalu pngin tpi susah cri tmen orng luar..T.T
    shion cakep ya kak??hehe
    semangat^^

  6. Mau nanya nih bang, kalo tinggalnya couch surfing di rumah orang, pas apply visa tunjukin apa untuk bukti akomodasi? Seperti yg diblognya kan katanya pas apply visa harus ada bukti akomodasi (bukti pembayaran hotel/voucher hostel).

    • Kalau lewat couchsurfing harus ada invitation letter dari mereka dan itu susah diminta sama mereka karena memang ini urusannya ke tanggung jawab pemberi invitation letter. Jadi lampirin bookingan penginapan setidaknya 1-2 malam pertama selama disana …

  7. postingannya keren banget. alur ceritanya natural. ditunggu kelanjutannya. postingannya bikin nagih untuk dibaca. good. ^^

    (berasa baca buku biografi nih) hahaa..

    • Iya bersambung karena kondisinya lagi ngk sempet buat ngelanjutin ceritanya, maaf menunggu –
      Tetep Indonesia tp ngk saya gunakan untuk berkomunikasi menggunakan provider tersebut, saya hanya mengandalkan wifi

  8. wahhh postingannya berguna bgd.. kebetulan klo ga ada halangan mau kesana ntar..
    tanya dong, itu klo bawa laptop ke luar negeri diperiksa ga keaslian windows & segala macamnya ??? soalnya katanya klo bw laptop keluar negeri bkal di periksa gtu :(

    • Syukurlah kalau berguna,
      Secara teori memang diperiksa namun tergantung dari petugasnya masing2, mungkin saja diperiksa tapi biasanya banyak ngk meriksa. Kmrn saya aman2 saja, ngk diperiksa sama sekali. Tapi kalau merasa takut coba pinjem saja punya keluarga atau temenmu yang asli :D

  9. Kak,,aqoe jugo wonk palembang,, balek plaju aqoe kak,,, aqoe pengen nean ke korsel tapi teg gewang,, kak biso mnta fb/twitter kakak dag bnyag yang nag aqoe tanyoke,, jgan takot kak aqoe idag neror idag,, tolong nean kak…
    Yeyeye… Hana.yuchun@yahoo.com fb aqoe tuh kak.. Please minta nyawo kak..

  10. Boleh minta alamat Fb or phone number ga? Coz maret ni rencana saya akan ke korea. And maaf mau minta d kirimin password buat nge download file perjalanan anda ya mulai dr klipping dll. Makasih

  11. Wah.. ĝåƙ sabar nih tunggu cerita selanjutnya.. Kak, blh Ўªã aku minta password u/ melihat itinerarynya..? Email aku di rossalia_luvly@yahoo.com aku tunggu Ўªã kak.. Oh Ўªã kapan waktu aku blh email kak Ўªã u/ tanya2 lbh jelasnya soalnya planningnya aku mau kesana juga secepatnya.. Thx

  12. Hallo Ka Saya mau nnya2 dong..heheh
    Rencananya Saya mau ke Seoul bulan maret atau engga April nih,dan sendirian !!! Masih bingung bgt!! Bye T-money itu apa ya ? Trs klo naik taxi dr airport ke Seoul gampang atau Susah? Bayarnya bisa cash kan ? Masih ga ngerti sama subwaynya bingung..huhu Thankyou

    • Wah asik banget ya hhehe
      T-money itu kartu multifungsi yang bisa memudahkan kita naik transportasi dan juga beberapa market mengizinkan kita untuk membayar lewat T-Money. T-Money itu bisa diisi ulang.
      Wah jangan lah naik taxi mahal banget kl dari Airport ke Seoul -.- Naik taxi bisa bayar cash kok malahan taxi di Korea lebih suka di bayar cash. Kalau mau ke Seoul ya nggak usah naik subway juga bisa, naik bus saja jangan naik taxi hhaha Ntar belajar otodidak saja on the spot naik subwaynya hehe

  13. Hallo kak dedi ;D aku mau di email “Cara Menggunakan Subway, Bus dan Taxi di Korea” :)) please hihi buat bekel aku backpackeran disana nanti hehe *aku tungguin announcement-nya nihh huff T____T takut nanti gak kedapetan email nya :((

  14. Mau tanya mas, pembuatan visa itu kan katanya harus ada uang dlm jumlah tertentu dalam rekening 3 bulan terakhir, kira2 jumlahnya berapa ya? saya rencana mau ke seoul sekitar 9 hari. takut di tolak apply visa saya.
    mohon bantuannya, trima kasih

    • Kalau mau naik bus, kamu harus ke Insadong atau Jamsil, busnya bakal nganterin langsung ke Nami Island.
      Untuk yang dari Insadong (Line 1, Exit 3), naik bus yang bus stopnya ada di deket gerbang barat dari Tapgol Park. Busnya berangkat jam 9.30 jadi kamu sebaiknya sudah ada disana jam 9.
      Untuk yang dari Jamsil (Line 2, Exit 4), naik bus yang bus stopnya ada di depan Lotte Mart, deket kok dari Exit 4. Busnya juga berangkat jam 9.30.

      Harganya naik busnya 15000 Won kalau PP tapi kalau cuma sekali jalan cuma 7500 Won. Kalau saran saya enak naik subway, lebih cepet dan murah hhehe

      • Mas, klo ga salah, sy pernah baca bahwa bus itu jam berangkat n jam pulangnya uda fix ya? jam pulang skitar jam 4 sore. kan kelamaan tuh klo nunggu smpe jam 4 sore. alternatif lainnya mending naik apa buat pulangnya?

        • @firstthingid, ke nami bs pakai gapyeong circle tour bus naik dari chaengpyeong station harganya 5000 won skalian bs visit petite france or bs naik kereta cepat itx chuncheon naik dari yongsan station berhenti di gapyeong station. Kl aq prefer yg 2 ini lbh adventure n bs kmana2… hope it helps

        • Iya bener kalau naik bus yang langsung direct kesana emang jadwal sudah fix. Alternatif buat pulang ya naik subway selain murah juga cepat jadi dari parkiran Nami Island bisa naik taxi ke Gapyeong Station (harganya +-2400Won). Dari Gapyeong Station baru deh naik subway untuk balik ke Seoul.

          Atau ide Rina juga bagus, mungkin kamu bisa ke Petite France. Jadi enaknya ya dari Seoul naik subway saja menuju ke Cheongpyeong Station dan untuk petunjuk selanjutnya sudah dijelasin oleh Rina :)

  15. Mas, postingan “Cara Menggunakan Subway, Bus dan Taxi di Korea” semoga segera dipost hehehe. Saya butuh banget krn mau backpack juga ke Seoul awal Juni nanti. Thanks ya, blognya sangat membantu nih :)

    • Oke oke, insyallah mid Januari setelah uas selesai :D Kemarin sudah saya buat untuk bus, subway baru setengah dan taxi blom sama sekali. Itu saja sudah habis berapa halaman hhaha Saya mau semuanya clear petunjuk transportasinya, pokoknya completed banget. Dan saya berencana itu tidak akan saya post, jadi akan saya share lewat email dan itupun hanya limited soalnya saya berencana buat buku :D Jadi tunggu ya pertengahaan Januari nanti, ntar beberapa hari lagi akan saya umumin di blog ini mengenai info tersebut. Jadi stay tuned kalau mau kebagian :)

      Alhamdulillah kalau membantu :D
      Good luck!!!

  16. Salam kenal kak dedi
    Saya dari Medan
    Kebetulan saya tahun ini bulan Juli mau kesana dan saya jg pergi sendiri….
    Apakah kak bisa balas di email saya aja?
    Terima kasih

    • Apa yang mau dibales ya? Nggak ada pertanyaan.
      Kalau mau dibales lewat email, ya langsung kirim lewat email aja pertanyaannya. Tapi kalau tanyanya lewat blog ini ya maka akan saya jawab disini :)

    • Hhaha oke oke tapi ngk bisa secepatnya soalnya lagi sibuk ngerjain tugas dan persiapan ujian semester, insyallah pas liburan semester atau mid Januari baru dilanjutin sampe tamat hhehe

  17. keren banget kak,udh dari dlu pengen ke korea,,,pengen ke nami island,…!!!aq juga di palembang,,minta nama fesbuk kk ya,pin bb juga kalo ada ;) ….aku tunggu ya cerita berikutnya…..

    • Hhaha maaf ya, semester ini kuliahnya padat dan banyak tugas tiap minggu :( Jadi ya nggak ada waktu luang buat nulis, akan dilanjutin setelah liburan semester sekitar pertengahaan Januari. Saya bakal tamatin :D

  18. halooe bung dedi….btw sy copaz n send email lsg ya…..
    smoga kesibukannya berkurang spy bisa jd suhu yg kase pencerahan via my inbox hehehe

    regards.
    me

  19. wah aku makin pengen ke korea ni gara2 postingannya..
    tapi masih dalam tahap nabung dan cari2 info,persiapannya
    doain moga rencana saya terwujud kak :)

  20. tiket observatory namsan towernya uda naik ya kak? soalnya saya liat di website kto, tiketnya cuma 12ribu won lo!!
    o ya kak, antrian di imigrasi lama ga? qita2 diperiksa gak bawa’an? atau cuma periksa passport?
    udah gak sabar pengen baca postingan kakak selanjutnya, karena saya tahun depan juga akan backpacker ke korea :)
    postingan kakak sangat membantu
    makasi kak buat info nya

    • Kalau kemarin saya kesana, untuk Observatory: 9000 Won dan untuk Teddy Bear Museum: 8000 Won. Seandainya kita mau Observatory dan Teddy Bear Museum saja maka dapet diskon, bisa ambil paket Observatory + Teddy bear Museum: 14000 Won. Dan berdasarkan pertanyaanmu yg bilang observatory nya saja maka hanya 9000 Won, berarti murah dong dari 12000 Won hhehe

      Tergantung kamu nya pas keluar dari pesawat gesit ngk, kemarin itu saya gesit dan berjalan cepat ke bagian imigrasi dan akhirnya saya hanya mengantri untuk 1 org saja … Hanya passport saja dan alhamdulillah nggak ada koper saya di periksa” segala, pokoknya lancar kemarin itu :)

      Wokeee secepatnya ntar dilanjutin lagi, terima kasih sudah mampir dan jangan lupa balik lagi hhehe
      Syukurlah kalau emang membantu :)

      Good luck ya tahun depan!!!

      • Ooooooooooo… kalo ga gesit, susah juga ya!
        Soalnya saya berniat foto2 di sekitar bandara Incheon nya begitu turun dari pesawat (narsis.com)
        Hahahahahahahahaha
        O ya, kakak pake airasia kan? pernah kena delay gak selama pp nya?
        Biasa nya pemeriksaan koper itu di bagian immigrasi atau pada saat selesai pengambilan bagasi?
        Kalo bole tau berapa jam waktu yg dibutuhkan kakak untuk meninggalkan Incheon Airport (termasuk imigrasi dan pengambilan bagasi)?
        Terima Kasih kak atas info nya
        Salam hangat

        • Ya sudah fhoto walking saja hhaha lagian yg utamanya kan di hall bandaranya. Begitu selesai ambil bagasi kamu bisa keliling” dan fhoto” deh.

          Iya pake’ Air Asia. Ada delay waktu mau pulang dari Korea ke Malaysia tapi nggak lama juga, telat 20 menitan.

          Pemeriksaan koper ya sudah mengambil bagasi tapi kemarin itu pas udah ngambil bagasi, aku bingung petugasnya malah nyuruh saya langsung keluar bandara saja hhaha berarti nggak perlu diperiksa lagi bagasi saya karena sudah aman atau cukup di cek lewat scanning di conveyor saja.

          Cepet kok, kemarin saya perhitungkan proses imigrasi dan pengambilan bagasi 1 jam dan ternyata hanya 30 menit. Selebihnya ya saya sightseeing bandaranya.

          Iya sama”.

          Salam kenal :)

    • Bisa saja soalnya kemarin pas di Korea ada teman yang minta dibawai titipan. Titipannya itu hape yang sudah dibeli oleh kawannya di Korea. Tapi nggak tahu juga konfigurasi hapenya gimana nanti. Rumit atau nggak ya saya tidak tahu.

    • Iya belom, insyallah minggu depan kl bisa …

      Saya nggak beli sim card sana. Kenapa? Karena kalau mau beli sim card lokal kita harus beli sekalian sama hapenya. Jaringan disana semuanya CDMA/ WCDMA. Nggak ada ceritanya di Korea kita bisa beli simcard kayak di Indonesia. Jadi ya kamu harus bawa laptop dan wifi-an, semua orang Korea pasti ada wifi di rumahnya. Di jalan kamu pasti nemuin wifi namun kebanyakan pake’ password tp saya sering juga nemuin wifi gratis. Jgn lupa download kakaotalk, aplikasi messenger kayak whatsapp. Orang korea semuanya pake’ itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s