Saatnya Bangkit Dari Kegagalan

Kegagalan adalah hal yang pastinya ditakutkan setiap orang baik orang—tua-muda, laki-laki-perempuan, besar-kecil, tinggi-pendek, kurus-gemuk, malahan orang yang sudah suksespun masih takut dengan kegagalan. Sebenarnya mengapa kita harus takut dengan kegagalan? Apakah kegagalan adalah sesuatu yang begitu buruk? Hanya orang-orang yang tidak memahami arti kesuksesan yang akan menjawab demikian karena sesungguhnya kegagalan adalah perangkap dari kesuksesan. Kita tidak akan pernah menjadi dewasa dan mengerti rencana Allah jika tidak pernah mengalami kegagalan. Dengan mengalami kegagalan kita jadi tahu mana yang harus diperbaikin, mana yang harus dipertahankan, dan mana yang harus ditingkatkan. Ingat, kesuksesan yang hakiki adalah kesuksesan yang tidak diperoleh dengan cara instan layaknya mie gelas yang siap saji Baca lebih lanjut

Gagal Perguruan Tinggi, Bukan Akhir Segalanya!

Pengumuman SNMPTN tinggal hitungan jari. Jika dihitung dari post-an tulisanku ini hanya tinggal 10 hari lagi. Hmm perasaan takut, deg-deg an, dan nggak siap pun sudah campur aduk tapi yang jelas kita harus siap untuk menerima hasilnya. Moga saja lulus, amin. Gagal tak masuk perguruan tinggi pilihan? Sedih atau kecewa pasti kita rasakan tapi apakah benar tidak ada jalan lain?

Banyak jalan untuk meraih kesuksesan tanpa harus melalui bangku kuliah lo. Ada sedikit kutipan dari Indayati Oetomo yang membuat aku tergelitik, “SUKSES dalam hidup, termasuk di dunia pendidIkan bukan berarti harus  melewati bangku kuliah.” Benar juga … Na berkaca dari kutipannya, kita dapat mengartikan bahwa ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyikapi kegagalan pada siapapun, khususnya lulusan SMA tak bisa melanjut ke PT pilihan (negeri maupun swasta), baik karena alasan akademis maupun finansial. Hal ini mungkin tak bisa dilepaskan dari anggapan sebagian besar masyarakat, bahwa perguruan tinggi bisa menjamin kesuksesan. Padahal bayak lembaga non pendidikan tinggi yang tak kalah baik dengan universitas kok. Bahkan diantarnya  memiliki masa depan yang cukup baik Baca lebih lanjut

Alon-alon Waton Klakon VS Pali Pali

Alon-alon waton klakon,…

Mungkin pepatah ini tidak asing lagi didengar oleh orang Indonesia terutama masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta Alon-alon waton klakon dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan dengan ‘pelan-pelan asal terlaksana’. ‘Alon’ adalah pelan, berlahan (tapi pasti), sabar, teliti, cermat ketika melakukan sesuatu. ‘Waton’ ialah asal atau yang penting, sedangkan ‘klakon’  adalah terlaksana. Terlaksana di sini tentulah terlaksana dengan sebaik mungkin. Sehingga secara ringkas dapat dikatakan bahwa alon-alon waton klakon merupakan Prinsip yang menganjurkan kepada orang untuk melakukan sesuatu dengan secermat mungkin, seteliti mungkin, tidak gegabah, tidak terburu-buru sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

Pali pali,…

Ini dia suatu pepatah yang telah membudidaya di negara ginseng dan telah dijadikan sebagai prinsip hidup.

빨리 빨리 (pal-li pal-li) yang arti harfiahnya “ayo lekas lekas” Baca lebih lanjut