Jangan Salah Pilih Tempat Untuk Menuntut Ilmu!

Masuk TK mana ya? Bagi anak  yang mulai beranjak 4 tahun atau 5 tahun.

Masuk SD mana ya? Bagi tamatan TK yang akan melanjut ke SD.

Masuk SMP mana ya? Bagi tamatan SD yang akan melanjut ke SMP.

Masuk SMA mana ya? Bagi tamatan SMP yang akan melanjut ke SMA.

Masuk Universitas mana ya? Bagi tamatan SMA yang akan melanjut ke Perguruan Tinggi.

Pertanyaan diatas sering kita dengar bahkan kalian pasti pernah mengalaminya sendiri, iya kan? Hehehe … Lalu kalian sering mendengar jawaban terhadap pertanyaan diatas seperti ini “Semua sekolah itu sama saja kok tergantung dari kita bagaimana cara menjalaninnya.”

Ya itu benar dan tidak salah tapi aku sangat tidak setuju dengan statement seperti itu karena justru sekolah mempengaruhi cara belajar kita, lo kok???

Well, coba deh kalian pikir, dibandingi SMA unggulan dan SMA standar yang mana lebih menjamin???  Yups tentunya SMA unggulan donk coz lingkungan anak2 pintar yang disaring dari berbagai sekolah menuntut kita untuk belajar lebih giat lagi, why? Coz ada perasaan malu jika berada diurutan terendah. SMA unggulan juga memiliki fasilitas lebih lengkap sehingga dapat menunjang pembelajaran.

Sekarang bandingkan dengan SMA standar yang rata-rata anaknya nakal dan tentunya lingkungan seperti itu mempengaruhi perilaku kita, ditambah tak jarang di SMA standar kita menemukan anak-anak yang suka bermalas-malasan jadi rasanya membuat kita tak perlu terlalu berlebih belajar toh masih juara satu juga malahan juara umum (ini pernah penulis rasakan ketika di SMP, hehehe …).

Hm … bagaimana ketika ada kompetisi antar SMA seperti olimpiade, sebuah ajang bergengsi mendunia, ayo siapa calon-calon juaranya? pasti donk dari SMA unggulan.

Disini aku akan mencoba memberi contoh kasus nyata yang pernah aku alami. Baru-baru ini SNMPTN 2010 telah dilaksanakan. Hal itu juga diikuti dengan berakhirnya bimbel buat SNMPTN 2010 di GO . Na ditempat bimbel, aku sangat perihatiin sama teman-teman disana,

  1. Ada materi matematika yang tergolong sangat mudah tapi tak bisa dikerjakan bahkan materi matriks seperti perkalian antar matriks tak tahu, turunan dari 2X2 saja tak tahu, intergral dari 3X tak tahu,pertidaksamaan kuadrat yang masih  dasar tak tahu, dan masih banyak lagi deh.
  2. Aku terkejut waktu tahu bahwa banyak sekali teman sekelas bimbelku tak tahu menentukan reaksi pembatas, parahnya rumus konsep mol saja lupa.
  3. Waktu itu guru bahasa Indonesia menunjuk kami masing2 untuk menentukan kalimat inti, dan parahnya aku masih menemukan teman yang tak tahu menentukan kalimat inti.

Hm … parahkan, sebenarnya apa yang dilakukan mereka ketika di SMA???

Aku sangat bersyukur bersekolah di SMA unggulan yang menuntutku untuk belajar lebih giat walaupun tak pernah masuk 5 besar tapi 10 besar saja sudah cukup.

Hm … aku juga melihat hasil TO mereka yang sangat mengecewakan bahkan ada yang Passing Gradenya rendah tapi tetap tak lulus dan aku juga menemukan teman SMP tapi tidak se-SMP sih denganku. Dia juara satu siswa berprestasi perempuan lo waktu SMP  tapi Passing Gradenya dirasa belum cukup. Seandainya dia memilih SMA unggulan pasti dia akan berkembang lagi.

So dari cerita diatas kita dapat menyimpulkan bahwa tempat untuk menuntut ilmu itu ngak boleh asal-asalan. Jadi intinya supaya masuk SD favorit tentunya harus masuk TK favorit, kalau mau masuk SMP favorit tentunya harus memilih SD favorit, kalau mau masuk SMA favorit, tentunya harus masuk SMP favorit, kalau mau masuk Universitas favorit harus masuk SMA favorit, kalau mau mendapatkan pekerjaan yang bagus tentunya harus masuk universitas favorit, hehehehe …



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s