Berikan Senyuman Terbaik-mu

Bagaimana rasanya jika ada seseorang memberikan seulas senyuman pada kalian? Pastinya senang, bahagia dan rasanya beban dipikiran sedikit berkurang. Ya itulah buah dari senyuman. Emang senyum itu simpel dan hanya sekejap saja namun kenangan tentangnya terkadang bisa bertahan selamanya. Hmm baru-baru saja akhir-akhir ini  saya rajin ngebaca buku “How to Win Friends and Influence People” karya Dale Carnegie lagi, ternyata saya sudah lupa banyak prinsip-prinsip dari DC. Kalau dipikir ini sudah sekian kali ngebaca ulang isinya sejak dibeli 4 tahun yang lalu. Waduh pokoknya buku ini nggak bisa lepas dari kehidupan saya karena dengan buku ini saya bisa intropeksi diri. Dengan modal referensi dari DC saya mau berbagi dengan kalian tentang dahsyatnya sebuah senyuman karena senyuman adalah cara sederhana untuk membuat kesan pertama yang baik.

Pernahkah terlintas dibenak kalian bahwa senyuman tidak bisa dibeli, dimohon, dipinjam, bahkan dicuri. Senyuman adalah sesuatu yang tidak berguna sama sekali sebelum diberikan kepada orang lain. Senyuman memberi istirahat untuk rasa letih, sinar yang terang untuk rasa keputus-asaan, sinar mentari bagi kesedihan, dan tentunya penangkal dalam kesulitan. Coba deh bayangkan sejenak jika sehari saja bahkan sejam saja tidak ada yang memberi senyuman pada kalian. Hmm rasanya aktifitas kita sentak terasa membosankan, suram, dan tak ada lagi gairah. TAPI seandainya kalian diberi senyuman tiap harinya, tiap jamnya, tiap menitnya, bahkan tiap detiknya. Waduh dijamin kalian menjadi orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Contohnya saja seorang satpam, petugas kebersihan, atau sesorang yang memiliki pekerjaan yang bisa dibilang rendah namun kalian berikan senyuman, sebatas mengatakan “Hai pak, apa kabar?” atau “Pagi pak”. Saya berani bertaruh betapa senangnya orang itu, bisa saja orang itu akan menangis karena terharu. Ya kalian tak perlu heran karena orang-orang semacam itu jarang atau bahkan tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Pengaruh dari sebuah senyuman memang luar biasa bahkan tak kala senyum itu tidak tampak di depan mata, misalnya saja ketika melakukan percakapan melalui telepon, walaupun kalian tidak saling berhadapan namun kita pastinya bisa merasakan nada suara ketika sesorang berbicara dengan muka suram dan berbicara dengan muka yang memberikan senyuman hangat.

Sekarang coba bayangkan lagi, kalian menghadiri suatu pesta. Tak sengaja kalian melihat seorang tamu, seorang wanita yang kaya raya, dia mengenakan mantel bulu musang, berlian, dan mutiara. Tapi dia tidak memberikan sesuatu pada wajahnya. Wajahnya menampakkan kesuraman dan rasa egois yang luar biasa. Tidak ada seulas senyuman yang ditampakkannya. Apa yang kalian pikirkan? Sekarang coba bandingkan dengan seorang wanita yang memakai gaun sederhana namun memberikan sesuatu pada wajahnya, sebuah senyuman yang hangat. Mana diantara dua wanita ini yang membuat hati kalian tentram, tentunya wanita yang memakai gaun sederhana karena perlu kita ketahui bahwa ekspresi yang terpantul dari wajah sesorang adalah jauh lebih penting daripada pakaian yang dikenakannya.

Ada sedikit ceita dari DC dibukunya yang coba saya kutip,

“Bekerja dikantor seorang diri dalam ruangan terutup, tidak hanya sepi tetapi juga membuang kesempatan berteman dengan para pegawai lainnya diperusahaan. Senora Maria Gonzales dari Guadaljara, Meksiko, mempunyai pekerjaan seperti itu. Dia iri akan kebersamaan orang lain dalam perusahaan itu saat dia mendengar obrolan dan tawa mereka. Ketika dia melewati mereka diruangan pada minggu pertama dia bekerja disitu, dia dengan malu memandang ke arah lain. Setelah beberapa minggu, dia berkata pada dirinya “Maria, Anda tidak bisa beharap para wanita itu yang datang menghampiri Anda. Anda yang harus keluar dan menjumpai mereka.” Saat berikutnya dia berjalan menuju alat pendingin air, dia tersenyum manis dan menyapa, “Hai apa kabar hari ini”, kepada setiap orang yang dijumpainya. Pengaruhnya segera muncul. Dia menerima kembali senyum-senyum dan sapaan halo, ruangan itu jadi tampak lebih cerah, pekerjaan menjadi lebih gampang. Perkenalan itu berkembang, dan beberapa diantaranya menjadi persahabatan. Pekerjaan dan kehidupannya menjadi lebih menyenangkan dan lebih menarik”.

Senyum kalian merupakan sebuah utusan dari niat baik kalian. Senyum kalian membuat cemerlang kehidupan mereka semua yang memandangnya. Bagi seseorang yang telah melihat ribuan orang yang mengerutkan dahi, merengut, atau memalingkan wajah mereka, senyum kalian seperti matahari yang sedang membelah awan. Terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami tekanan yang begitu tinggi atau memiliki masalah yang berat untuk diselesaikan, seulas senyuman bisa menolongnya menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini. Tapi ingat yang kita bicarakan bukan satu seringai yang tidak tulus, BUKAN itu. Itu tidak bisa menipu siapa pun. Kita tahu kalau senyuman itu bersifat mekanis dan kita membencinya. Kita berbicara tentang senyum sejati, senyum yang hangat, senyuman yang muncul dari dalam, jenis senyuman yang akan membuat dunia menjadi indah. Jadi ayo mulai dari sekarang tersenyumlah, bicaralah dicermin “Saya akan menghapus kesuraman milikku hari ini, hari ini saya kan tersenyum. Dan saya kaan memulainya pada hari ini juga.” ^^.

2 thoughts on “Berikan Senyuman Terbaik-mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s