Debat, kalian tidak akan pernah memenanginya!

Apa kabar semuanya? Alhamdulillah minggu ini bisa meluangkan waktu buat nulis di Planet Altair walaupun tugas pada numpuk dan banyak sekali masalah berkeliaran yang senantiasa menemani hari-hari saya hhaha. Pada hari yang mulia ini yakni hari jum’at ^^ good day. Saya bakal nulis tentang pentingnya menghindar dari suatu perdebatan. Sebenarnya bahasan kali ini diilhami oleh hikmah yang saya dapet dari masalah yang terjadi minggu ini di kampus. Begitu rumit. Ternyata bener bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya ya.

Langsung saja. Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah perbedaan (Wikipedia). Setiap orang pastinya pernah berdebat, baik itu dengan teman, sahabat, kerabat, guru, malahan dengan orangtua atau keluarga sendiri, baik itu debat atas masalah yang simple atau masalah yang rumit. Kalian juga pasti pernah kalah atau memenangkan perdebatan itu. Namun yang jelas, setiap perdebatan yang kalian menangkan itu belum bisa dikatakan bahwa kalian adalah the winner. “Kok? Nggak bisa ngomong gitu dong, kamu kira mudah apa menangin perdebatan, kita mesti ngotak-ngatik otak dulu.” Hhhaha santai-santai.  Karena kalian benar-benar tidak bisa menang dalam sebuah debat. Ingat! Kalian tidak bisa karena kalau kalian kalah, kalian akan kalah. Dan kalau kalian menang, kalian masih kalah juga. Mengapa? Nah, misalkan kalian menang dalam suatu perdebatan dan mampu mematahkan argumen atau opininya, lalu apa yang akan terjadi? Ya pastinya kalian akan merasa senang bukan main, sangkin girangnya kalian lompat-lompat kayak pocong hhaha. Tapi gimana dengan dia yang kalah? Ya kalian sudah membuatnya merasa rendah diri. Kalian telah melukai harga dirinya. Kalian tidak membiarkan mereka menyelamatkan mukanya. Dia akan membenci kemenangan kalian karena “Seseorang yang diyakinkan untuk menentang kehendaknya sendiri akan tetap memegang pendapatnya sendiri.” Jadi disatu sisi kalian boleh bangga tapi disisi lain kalian harus sedih karena dibenci.

Seperti yang Ben Franklin biasa katakan: “Kalau kalian mendebat dan bersikeras dan menentang, kalian kadang-kadang memang akan mendapat kemenangan; tapi itu adalah kemenangan kosong, karena kalian tidak akan pernah memperoleh kehendak baik lawan kalian.” Yup bener banget. Jadi, renungkan sendiri untuk diri kalian. Mana yang lebih kalian suka, kemenangan yang semu atau kehendak baik seseorang? Jarang ada orang yang memiliki keduanya. Rosulullah Shollallohu ’Alahi Wa Sallam bersabda “Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena suka debat.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Shohihul Jami’) dan “Aku menjamin sebuah rumah di surga paling bawah bagi siapa yang meninggalkan debat meskipun ia benar, sebuah rumah di surga yang tengah bagi siapa yang meninggalkan dusta meskipun bergurau, dan sebuah rumah di surga paling tinggi bagi siapa saja yang berakhlak baik.” (HR. Abu Dawud, hadists ini dihasankan oleh Syaikh Albani).

Ada sebuah artikel dalam Bits and Pieces yang lumayan bagus memberikan beberapa saran mengenai bagaimana mencegah rasa tidak setuju agar tidak menimbulkan perdebatan, berikut copasannya hhaha.

  1. Sambut baik rasa tidak setuju itu. Ingatlah slogan, “Apabila dua mitra selalu setuju, salah satu dari mereka tidak perlu.”
  2. Jangan percaya pada kesan pertama naluri kalian.
  3. Kendaliakn kemarahan kalian.
  4. Dengarkan dulu.
  5. Cari bidang-bisang kesepakatan.
  6. Jujurlah.
  7. Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan anda dan pelajarai ide-ide itu dengan saksama.
  8. Berterimakasihlah pada lawan kalian dengan tulus untuk minat-minat mereka.
  9. Jangan terburu-buru bertindak, beri waktu kepada kedua pihak untuk memikirkan masalahnya.

Sekarang coba kita merenung bersama-sama. Mungkinkah lawan kita benar? Sebagian benar? Adakah kebenaran dalam posisi atau argumentasi mereka? Apakah reaksi kita akan membuat lawan kita semakin menjauh, atau bisa menarik mereka lebih dekat dengan kita? Apakah reaksi kita akan mempercepat perkiraan bahwa kita seorang yang baik? Apakah kita akan menang atau kalah? Kalau kita berdiam diri saja dalam masalah ini, apakah rasa tidak setuju itu akan meledak? Apakah situasi sulit ini merupakan kesempatan bagi kita?

Jadi jika suatu saat kalian berada dalam situasi perdebatan maka menghindarlah. Itu jauh lebih baik daripada kalian memaksa diri untuk menang, kalah itu indah kalau tujuannya baik. Ya ibarat api kalau tidak langsung dikasih air maka akan berkobar dan kalau kita kasih minyak lampu ya makin menjadi-jadi kobarannya, iya nggak? Kalau nggak percaya coba deh hhehe. Hmm seandainya saja semua anak tambang  2010 kayak gini semua, pasti nggak ada trouble ni hhehe

2 thoughts on “Debat, kalian tidak akan pernah memenanginya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s