12 Hours, Go Along Palembang River Tourism City

Rabu, 29 Juni. Saya menghabiskan freetime saya buat menelusuri kota Palembang. Walaupun nggak seluruh tempat dikunjungi tapi sudah puaslah tournya. Sebetulnya tujuan jalan-jalan ini buat nemeni adeknya pacar saudara perempuan saya dari Bengkulu, namanya Andi. Dia lagi liburan sekolah. Andi mengajak saya buat menelusuri kota wisata sungai ini, dia mau hunting fhoto dengan SRL Nikonnya. Maklumlah fotografer muda, sudah bekerja sama dengan banyak model-model Bengkulu dan mengedit fhoto mereka serta bakal menjadi fotografer kondang dengan label Bujang Photography, amin allahuamin hhehe

Perjalanan ini dimulai pada jam 9an dengan mengendarai Byson kesayangan saya. Kami memulai dari Kompleks Bagus Kuning Plaju di Kecamatan Seberang Ulu II yang merupakan Makam Ratu Bagus Kuning dan saat ini masih dikeramatkan. Tapi dalam perjalanan kesana, kami ditilang (__)” di lampu merah dekat Bank Indonesia. Na’asnya saya lupa bawa dompet ckck. Kemudian langsung disuruh minggirin motor terus langsung nelpon saudara perempuan saya. Beberapa menit kemudian dompet sudah ditangan, nunjukkin SIM dan STNK finally diselesaikan secara kekeluargaan ($$$ hehhe). Perjalanan masih dilanjutkan walaupun sempat terhambat. Masih ke Kompleks Bagus Kuning Plaju. Namun sayangnya nggak tahu dimana makamnya, mau bertanya tapi males hhehe jadinya cuma ke tepian sungai musi deket kompleks situ. Disana kami ngelihat lebih dekat PT PUSRI dan pulau kecil ditengah sungai musi yakni Pulau Kemaro tapi nggak kesana, terus mulai da jepret-jepret dianya.

Lanjut kami masuk ke Stadion Gelora Sriwijaya atau lebih dikenal dengan Stadion Jakabaring dan tidak lupa fhoto Tugu Parameswara dulu. Disana muter-muterin stadion dan tak lupa jepret-jepret lagi. Habis itu pergi ke Danau OPI tapi cuma benter karena sang fotografer nggak interest sama si OPI hhehe so no capture. Perjalanan tetap berlanjut, sekarang ke Benteng Kuto Besak. Disana mulai fhoto-fhoto Jembatan Ampera dan BKB and then lucky us. Ada pertunjukkan Kuda Lumping di area Museum Sultan Mahmud Badaruddin II jadi kami ngelihat dan sambil fhoto-fhoto sebentar. Menjelang  adzan dzuhur berkumandan, kami bergegas ke Masjid Agung, fhoto-fhoto objek dulu dan shalat dzuhur.

Rute masih panjang, habis dari Masjid Agung langsung ke Kambak Iwak Family Park (KI). Disini agak sedikit lama, soalnya kami mejeng-mejeng dulu hhehe terus online Wi-Fi gratis, ngobrol-ngobrol, sambil makan pempek panggang dan jagung keju. Setelah berleha-leha di KI, lanjut ke Makam Bukit Siguntang yang tempat ini sampai sekarang masih tetap dikeramatkan karena disini terdapat beberapa makam diantaranya yang paling dikenal Putri Kembang Dadar. Disini banyak juga yang pacaran padahal ini kan makam kok malah sibuk pegang-pegangan tangan dan peluk-pelukan di sekitar area ini ckckck

Tiba-tiba perut mulai keroncongan, segera kami meninggalkan Bukit Siguntang dan pergi ke Mall Palembang Square. Sampai disana langsung makan di Solaria sambil lihat-lihat hasil jepretan lewat laptop. Setelah perut sudah kenyang, nyoba-nyoba main basket di Fun City. 10 koin sudah habis terus kami bergegas ke Punti Kayu. BUT unlucky us, Punti Kayu sudah tutup, jelaslah hampir jam 5 hhaha  Namun perjalanan belum berakhir, kami stay dulu di taman kota simpang polda soalnya nunggu hari gelap soalnya Andi mau fhoto keadaan malam dibawah Jembatan Fly Over, mau ngambil efek cahaya kendaraannya. Belum cukup di bawah jembatannya, kami nekat ngambil fhoto di atas jembatannya. Hmm deg-degan juga, takut ditabrak hhehe Soalnya kiri-kanan kendaraan melaju kencang. Ternyata sang fotografer belum puas juga, dia mau fhoto air mancur di KI pada malam hari. Habis dari KI terus fhoto kantor ledeng yang sekarang jadi kantor wali kota. Rute belum berakhir, the last destination balik lagi ke BKB buat nikmati cahaya lampu Jembatan Ampera trus jepret-jepret lagi da. Tak cukup ngambil fhoto Jembatan Ampera di tepian Sungai Musi, kami naik ke atas jembatan dan mulai merasakan eksotisnya Ampera pada malam hari dengan tiupan angin yang cukup deras. Jam menunjukkan pukul 9an malam, kami bergegas pulang karena sepertinya malam sudah tak bersahabat karena akan mau hujan. Hmm benar-benar journey yang melelahkan -–“ but it’s so awesome, I am so close with this city ^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s